Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 29 November 2017 | 16:45 WIB
  • Wings Air Terbang Perdana Usai Penutupan Ngurah Rai

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Bobby Andalan (Bali)
Wings Air Terbang Perdana Usai Penutupan Ngurah Rai
Photo :
  • Istimewa
Pesawat Wings Air

VIVA – Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali mulai kembali dibuka pada Rabu 29 November 2017, pukul 14.28 WITA. Status Volcano Observatory Notice for Aviation atau VONA dari Gunung Agung terlihat mulai membaik dari warna merah ke oranye.

Pembukaan penerbangan tersebut berdasarkan NOTAM A4298/17 yang diputuskan dari hasil rapat koordinasi seluruh pemangku kepentingan Bandara Bali, seperti Otoritas Bandara Wilayah IV, maskapai, Ground Handling, Airnav Indonesia, dan BMKG, pukul 13.00 WITA.

Corporate Secretary Angkasa Pura I, Israwadi mengatakan butuh waktu selama tiga jam bagi maskapai penerbangan untuk kembali beraktivitas usai bandara dinyatakan dibuka.

Menurut dia, penerbangan pertama yang akan diberangkatkan pada sore usai pembukaan Bandara Ngurah Rai adalah maskapai Wings Air dengan nomor penerbangan IW 1840 tipe ATR 72.

"Yang pertama terbang adalah Wings Air tipe ATR 72 namun tanpa penumpang dengan keberangkatan pukul 16.15 WITA," jelas Israwadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima VIVA, Rabu 29 November 2017.

Ia mengungkapkan, hingga pukul 16.00 WITA terpantau kondisi terminal penumpang Bandara Internasional Ngurah Rai masih terdapat kepadatan penumpang, namun semuanya masih berjalan lancar dan tertib.

Sebelumnya, pembukaan Bandara Ngurai Rai juga disebabkan oleh prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai arah dan kecepatan angin yang bertiup di kawasan udara Bali.

Bahkan, pengamatan pada hari ini pukul 14.00 WITA hingga Kamis 30 November 2017 pukul 14.00 WITA, arah angin akan bertiup dari barat laut hingga utara menuju tenggara dan selatan dengan kecepatan hingga 10 knot pada lapisan 24 ribu kaki.

Selain itu, informasi SIGMET dari Meteorological Watch Office Ujung Pandang menunjukan bahwa sebaran abu vulkanik bergerak ke arah selatan dengan kecepatan 15 knot dan tidak menutupi ruang udara di atas Bandara Bali.

“Prediksi BMKG menyatakan bahwa arah angin yang membawa abu vulkanik tidak menutupi ruang udara Bandara Bali. Selain itu hasil paper test menyatakan NIL abu vulkanik sehingga ruang udara di atas Bandara Bali aman untuk dilakukan penerbangan,” ujarnya.