Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 29 November 2017 | 17:19 WIB
  • 2 Juta Angkatan Kerja Baru Tiap Tahun Bisa Jadi Masalah RI

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Fikri Halim
2 Juta Angkatan Kerja Baru Tiap Tahun Bisa Jadi Masalah RI
Photo :
  • ANTARA/Wahyu Putro A
Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, setidaknya ada dua juta angkatan kerja baru di Indonesia setiap tahunnya. Peningkatan angkatan kerja tersebut sejatinya merupakan bonus demografi itu bisa berdampak negatif, jika tak ditangani dengan baik. 

Ani, akrabnya disapa menerangkan, Indonesia merupakan negara dengan jumlah populasi uang cukup besar dan rata-rata usia muda atau produktif.

"Oleh karena itu, kita masih memiliki bonus demografi artinya jumlah orang yang masuk ke lapangan kerja tiap tahun, dua juta baru. Itu adalah A plus poin, tapi kalau ekonomi kita enggak mampu meng-create job, itu maka dia menjadi masalah sosial dan politik," kata Sri di Jakarta, Rabu 29 November 2017.

Meski begitu, Ani mengatakan, bahwa masalah ini lebih baik ketimbang negara yang memiliki ageing population lebih besar. Apalagi, saat ini Indonesia masih memiliki sumber daya alam yang sangat melimpah.

"Sumber daya alam yang ada saat ini, diupayakan bagaimana mengelolanya dengan tata kelola yang makin baik dan transparan, dari natural resources, berbagai macam policy," ujar dia.

Sejauh ini, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan dengan potensi yang dimiliki Indonesia , pertumbuhan ekonomi Indonesia masih relatif lebih baik dibandingkan dengan negara di G-20 maupun dengan negara di ASEAN.

"Kalau di dalam G-20, kita adalah tiga tertinggi kalau di ASEAN kita lebih tinggi dari negara-negara yang lebih maju dari kita. Ke depan adalah Bagaimana Kebijakan ekonomi untuk bisa meningkatkan potensi ini kepada sisi yang aktual dan menjaga momentum dari perbaikan dan pertumbuhan ekonomi," ujar dia.