Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 12:03 WIB
  • Cabai Mulai Pedas, Inflasi November Tercatat 0,20 persen

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Dusep Malik
Cabai Mulai Pedas, Inflasi November Tercatat 0,20 persen
Photo :
  • Dusep Malik/VIVA.co.id
Kepala BPS Suhariyanto (Kiri)

VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sepanjang November 2017 sebesar 0,20 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender Januari hingga November sebesar 2,87 persen, dan inflasi secara tahun ke tahun (yoy) mencapai 3,30 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dari pemantauan di 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 68 kota terjadi inflasi sedangkan 14 kota lainnya mengalami deflasi.

"Secara umum inflasi didorong oleh kenaikan sejumlah harga komoditas," kata Kecuk, sapaan Suhariyanto, di kantornya, Jakarta, Senin 4 Desember 2017.

Menurut dia, inflasi tertinggi berdasarkan kota IHK, terjadi di Singaraja, Bali, 1,8 persen. Sementara, terendah terjadi di Bekasi dan Palopo sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 2,74 persen dan terendah di Manokwari sebesar 0,02 persen.

Dia menjelaskan, pergerakan inflasi dari bulan ke bulan selama tiga tahun, untuk 2017 ditunjukkan pada November ini inflasi 0,20 persen yang jauh lebih rendah dibanding inflasi November 2016 yang sebesar 0,47 persen. Meskipun sedikit lebih tinggi dibanding inflasi November 2015 yang tercatat inflasi  0,20 persen.

"Berdasarkan komponen, inflasi 0,20 persen ini kontribusi terbesarnya didorong oleh pengeluaran bahan makanan yaitu sebesar 0,09 persen dan terendah adalah transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,01 persen," jelasnya.

Adapun bahan makanan mengalami inflasi 0,37 persen sehingga andilnya kepada inflasi adalah 0,09 persen. Menurut dia, untuk inflasi bahan makanan disebabkan oleh kenaikan harga pada komoditas seperti cabe merah, bawang merah dan beras.

"Secara umum, inflasi November 2017 sangat rendah bila dibandingkan inflasi tiga tahun yang lalu. Inflasi yang terjadi pada November lebih disebabkan oleh kenaikan sejumlah harga bahan pangan," tutur dia.

Sementara itu, dengan inflasi yang masih tercatat rendah dari Januari hingga November ini, maka pihaknya meyakini pada Desember 2017 bisa terkendali, sehingga target inflasi 3,5 persen tahun ini bisa tercapai. (one)