Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 4 Desember 2017 | 17:25 WIB
  • Setelah 20 Tahun, Menko Darmin Lega GPN Diterapkan

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Fikri Halim
Setelah 20 Tahun, Menko Darmin Lega GPN Diterapkan
Photo :
  • Agus Rahmat/VIVA.co.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

VIVA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, kebijakan Gerbang Pembayaran Nasional sebetulnya telah ada sejak lama. Bahkan, sejak 20 tahun lalu sampai saat dia menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia.

Untuk itu, dia mengaku bersyukur kebijakan itu bisa terealisasi. Dan, mulai diberlakukan secara bertahap pada tahun depan. 

"Saya ingin mengajak semuanya bersyukur, seperti dikatakan pak Gubernur bahwa ini sudah 20 tahun ini masuk BI. Waktu saya masuk di Bank indonesia ini bahan saya mengomel, ini di atas kertas saja sudah lama. Dulu bahasa Inggris, namanya National Payment Gateway," kata Darmin di Gedung Thamrin, Bank Indonesia, Jakarta, Senin 4 Desember 2017.

Darmin mengaku menyempatkan sedikit waktu untuk berkontemplasi, kenapa kebijakan ini begitu lama baru bisa terwujud. Namun, disadari kebijakan ini membutuhkan proses yang lama.

"Ini masih perlu proses mungkin, karena persoalan yang menyangkut teknologi ini justru yang lebih dulu adalah para pemain di lapangan dari pada regulator, Terutama, perbankan," ujarnya.

Dia pun menambahkan, kesulitan penerapan kebijakan ini salah satunya adalah sifat perbankan yang kerap ingin bersaing. Hal itu merupakan tantangan tersendiri dalam implementasi kebijakan ini di masa depan

"Kenapa susah? Saya juga ingat dulu, waktu ngotot ke dua bank besar di Indonesia, supaya bisa saling transfer uang. Tetapi, mereka mengaku malu, sehingga sampai di situ aja, enggak diteruskan lebih jauh. Nah, Sekarang baru mulai bergerak dimulai EDC (electronic data capture) nya (interoperabilitas)," ujar dia. 

Sebagai informasi, dalam peluncuran Gerbang Pembayaran Nasional yang dilakukan hari ini, ada tiga kerja sama yang ditandatangani oleh beberapa lembaga mulai dari switching, interoperabilitas hingga interkoneksi.