Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 12:04 WIB
  • Truk Dilarang Melintas Saat Libur Natal dan Tahun Baru

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar
Truk Dilarang Melintas Saat Libur Natal dan Tahun Baru
Photo :
  • VIVA.co.id/ Dani (Bekasi)
Kepadatan arus lalu lintas di Cikampek jelang libur panjang akhir pekan

VIVA – Kementerian Perhubungan memprediksikan kepadatan arus lalu lintas pada Angkutan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018  akan terjadi pada tanggal 22 dan 23 Desember 2017. Sejumlah langkah antisipasi pun disiapkan. 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat dari Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi, mengungkapkan prediksi tersebut dibuat berkaca dengan hasil evaluasi penyelenggaraan Natal dan Tahun baru pada tahun-tahun sebelumnya. 

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan menurutnya berencana akan melakukan beberapa kebijakan pengaturan lalu lintas dan pengaturan operasional angkutan barang. 

“Tanggal 23 Desember pagi hingga 24 Desember 2017 akan dilakukan pembatasan angkutan barang yang bersumbu 3 atau lebih di beberapa ruas jalan. Tanggal 25 dan 26 Desember 2017 akan kami buka dan nanti akan dilakukan pembatasan lagi di tanggal 30 hingga 31 Desember 2017,” ujar Budi, yang dikutip dari keterangan resminya Kamis 7 Desember 2017.  

Di samping itu, jumlah penumpang angkutan umum pada periode libur tersebut yaitu untuk angkutan jalan sebanyak 2.486.083 orang, angkutan sungai, danau dan penyeberangan 3.450.701 orang. Kemudian, angkutan kereta api 5.885.836 orang, angkutan laut 952.002 orang, dan angkutan udara 7.238.602 orang.

"Untuk wilayah pemantauan kami pada pelaksanaan angkutan natal 2017 dan tahun baru 2018 terfokus pada 47 Terminal Penumpang Tipe A di 15 provinsi di seluruh Indonesia, 52 pelabuhan laut, 10 lintasan SDP, 35 bandar udara, 9 DAOP dan 4 DIVRE kereta api," tambahnya.

Terkait sarana dan prasarana, Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan sesuai dengan inventarisasi yang ada. Yaitu, untuk moda angkutan jalan, sarana yg telah disiapkan yaitu 48.790 bus, termasuk di dalamnya adalah bus AKAP, AKDP, dan pariwisata. Selain itu, 202 kapal Ro-Ro juga telah disiapkan untuk angkutan SDP.

Sedangkan pada moda angkutan kereta api, untuk lokomotif yaitu siap operasi sebanyak 451 unit, stamformasi 440 unit, dan cadangan 11 unit. Serta kereta siap operasi sebanyak 1.619, stamformasi 1.466, dan cadangan 153.

Pada moda angkutan laut, beberapa kapal telah disiapkan antara lain PT. PELNI sebanyak 26 kapal, armada perintis 96 kapal, Ro-Ro swasta sebanyak 28 kapal, kapal penumpang swasta 74 kapal, dan kapan swasta jarak dekat 1.049 kapal. Jumlah keseluruhan untuk angkutan laut yaitu sebanyak 1.273 kapal dengan kapasitas angkut sebanyak 3.043.077 orang. Serta pada moda angkutan udara, sarana yang telah disiapkan sebanyak 498 pesawat.

“Menyangkut masalah sistem informasi, Kementerian Perhubungan juga menyiapkan RTTMC (Road Transport and Traffic Management Center). Di mana kami sudah menyebar beberapa cctv yang akan bias memantau bagaimana kondisi lalu lintas, terminal, termasuk pelabuhan yang ada di seluruh Indonesia,” ujarnya. (ren)