Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 19:03 WIB
  • AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Dampak ke Ekonomi RI?

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Fikri Halim
AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Dampak ke Ekonomi RI?
Photo :
  • REUTERS/Ronen Zvulun
Menikmati Kota Suci Yerusalem, Yang Kini Ibukota Israel

VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Hal itu diumumkan Trump pada Rabu, 6 Desember 2017 waktu setempat. Trump pun menginstruksikan Departemen Luar Negeri AS untuk memulai proses pengalihan kedutaan AS dari Tel Aviv ke kota suci tersebut.

Lalu bagaimana dampaknya bagi ekonomi RI?

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui pernyataan itu penting bagi perekonomian. Namun, mengenai dampak bagi perekonomian RI secara langsung akan disampaikan oleh Presiden Joko Widodo.  

"Itu nanti bapak presiden yang akan menyampaikan pandangannya, aku enggak bikin (pernyataan) itu dulu. Itu penting, tapi nanti bapak presiden saja yang nyampein," kata Ani akrabnya disapa di JCC, Senayan, Jakarta, Kamis 7 Desember 2017.

Sementara di tempat yang sama, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah bakal melakukan pemantauan. Jika dalam pasar saham, pemantauan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sedangkan, pada skala yang lebih besar, ada Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang selalu berkoordinasi.

"Koordinasi antar kelembagaan terus dilakukan, update seluruh elemen terus dilakukan, jadi kita lakukan monitoring secara cermat, kita perhatikan faktor-faktor itu dalam pemahaman kita, di dalam bayangan kita, cuma ya kita lihat saja terus, perhatikan terus," ujar dia.

Ditambahkannya, fundamental ekonomi Indonesia diyakini dapat menahan tekanan dampak tersebut. Mulai dari pertumbuhan, inflasi, cadangan devisa hingga sistem keuangannya.

"Indonesia kan kuat, fundamental itu dilihat di mana, growth-nya, inflasinya, cadangan devisanya, kemudian sistem keuangannya, dan juga mekanisme koordinasi yang dilakukan sistem keuangan secara keseluruhan. Di situ kita punya seluruh elemen yang bekerja melakukan pemantauan, lalu melakukan monitoring secara baik," ujar dia.