Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 20:51 WIB
  • 2018, Agen Properti Harus Siap Bersaing di Era Digital

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama
2018, Agen Properti Harus Siap Bersaing di Era Digital
Photo :
  • REUTERS/Darren Whiteside
Ilustrasi bangunan properti di Jakarta.

VIVA – Industri properti nasional pada tahun depan diprediksi bakal lebih positif, sebab, kondisi pasar yang kurang menguntungkan selama tiga tahun terakhir dinilai telah usai. Meski begitu, masih ada sejumlah tantangan pada 2018.

Menurut data Rumah.com, pada sisi suplai, perlambatan pasar properti bakal terjadi di pertengahan tahun karena Hari Raya Idul Fitri, pilkada serentak serta menjelang pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019.

Namun, kebijakan pemerintah dalam pembiayaan perumahan masih akan menjadi penentu pasar properti tahun depan. Harga dan suplai properti, terutama pada sektor residensial, diperkirakan meningkat.

Permintaan pasar akan tetap stabil, terutama pada pasar properti di bawah Rp1 miliar.

Memanfaatkan kondisi pasar yang bergerak positif, Head of Agent Business Rumah.com, Syarifah Khairun Nisa, mengatakan bahwa para agen properti harus siap bersaing dalam memasarkan properti secara digital.

"Mereka harus yakin bahwa kondisi pasar properti tahun depan akan menawarkan begitu banyak peluang. Oleh karena itu, harus segera konversi cara-cara pemasaran dari konvensional menjadi berbasis teknologi," kata dia, dalam keterangan resminya, Kamis, 7 Desember 2017.

Syarifah melanjutkan, pihaknya berkomitmen membantu para agen properti dalam mengamati perkembangan tren harga properti terkini, baik secara wilayah seperti Jadebotabek maupun nasional.

Salah satunya melalui fitur Ask Agent (http://www.rumah.com/tanya-properti). Fitur ini memiliki konsep layaknya forum tanya jawab antara agen properti dengan pembeli potensial.

"Kami berharap para agen properti bisa memaksimalkan fitur ini sekaligus bisa menjadi wadah untuk menggarap klien baru,” tuturnya.

Ia menambahkan para agen properti juga harus mahir menjual listing lewat media sosial maupun portal properti.