Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 Desember 2017 | 17:02 WIB
  • Bandara Soetta Bangun Runway 3, Jalur Perimeter Ditutup

  • Oleh
    • Dusep Malik,
    • Sherly (Tangerang)
Bandara Soetta Bangun Runway 3, Jalur Perimeter Ditutup
Photo :
  • VIVA.co.id/Sherly
Jalan parimeter Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

VIVA – Bandara Internasional Soekarno Hatta terus berbenah guna meningkatkan sejumlah fasilitas infrastruktur bertaraf internasional. Salah satu adalah perluasan runway tiga, yang dalam prosesnya menutup jalur perimeter utara.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaludin mengatakan, jalur tersebut ditutup lantaran terkena imbas pembangunan runway tiga yang ditargetkan selesai pada 2019 mendatang.

"Jalur itu nantinya akan dipindahkan, kita akan buka akses baru yang nantinya masih kita rancang juga di mana lokasinya. Kami pun juga akan berkoordinasi terkait jalur baru pengganti perimeter utara dengan pihak Pemerintah Tangerang," terang Awal, Jumat, 8 Desember 2017.

Ia menuturkan, untuk runway tiga ini tahap pertama akan dimulai pada bulan depan dengan bangun taxi way dan 18 bulan ke depan akan ada runway. Saat ini untuk runway tiga masih dalam proses pembebasan lahan.

Pada proses tersebut, lanjut dia, sudah 30 persen pihak Angkasa Pura II melakukan pembebasan lahan dengan memberikan ganti rugi pada dua wilayah yang terdampak yakni, Kota dan Kabupaten Tangerang.

Untuk Kota Tangerang sebanyak dua Kelurahan yang terdampak yakni, Kelurahan Selapajang Jaya dan Benda. Sementara, Kabupaten Tangerang yakni, Desa Rawa Rengas, Rawa Burung dan Bojong Renged.

"April 2018 kita targetkan selesai secara keseluruhan akan proses pembebasan lahan dilanjut pembangunan runway selama 18 bulan yang berarti selesai di tahun 2019," ujar Awal.

Luas tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan runway tiga Bandara Soetta ini kurang lebih 216 hektare. Dengan rincian, 42,8 hektare tanah yang merupakan aset AP II dan lahan yang akan dibebaskan kurang lebih 173,19 hektare.

"Ada 3.100 bidang lahan dan baru 30 persen yang bisa dibebaskan. Sisanya dalam proses," ungkapnya.