Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 10:53 WIB
  • Serunya Ngabuburit Bareng Komunitas Konservasi Lingkungan

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • Herdian Armandhani
Serunya Ngabuburit Bareng Komunitas Konservasi Lingkungan
Photo :
Ngabuburit bareng komunitas konservasi lingkungan di Bali.

VIVA.co.id – Organisasi WWF atau World Wide Fund for Nature bersama Komunitas 60+ Earth Hour Denpasar dan Komunitas Marine Buddies mengadakan kegiatan ngabuburit yang diselingi dengan diskusi bertemakan “Konservasi Diri, Lingkungan, dan Masa Depan” pada Sabtu, 17 Juni 2017. Kegiatan ini berlokasi di Eiger Adventure Flagship Store, Jalan Sunset Road Barat No 104 Seminyak, Kabupaten Badung, Bali.

Acara ini diikuti oleh puluhan anak muda pecinta lingkungan, kelompok pecinta wall climbing, dan mahasiswa. Dalam agenda ngabuburit, para peserta yang hadir disuguhi takjil untuk berbuka puasa. Sedangkan dalam agenda diskusi menghadirkan Noverica Widjojo dari Sunda Banda Communication and Campaign Coordinator WWF, Andri Purba Koordinator Kota Earth Hour Denpasar), dan Awaluddin Wakil Koordinator Marine Buddies.

Ketiga pembicara yang dihadirkan banyak mengangkat isu-isu permasalahan lingkungan dan kegiatan-kegiatan kampanye lingkungan yang sangat dekat dengan keseharian masyarakat. Veri dari WWF, mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia merupakan penghasil sampah terbanyak nomor dua di dunia.

Untuk mengurangi sampah terutama sampah plastik, Veri mengajak para undangan untuk mengurangi sampah dimulai dari diri sendiri dengan cara yang sederhana. Seperti membawa tas belanja dari kain ketika berbelanja ke pasar atau swalayan, membawa botol minuman saat bepergian, serta menggunakan alat transportasi massal semisal busway atau sarbagita, dan membawa sepeda gayung saat bepergian untuk mengurangi emisi karbon.

“Saya meminta rekan-rekan sekalian untuk mulai dari diri sendiri supaya memiliki gaya hidup go green dan ramah lingkungan. Seperti membawa tas belanja dari kain ketika ke pasar tradisional atau supermarket, membawa botol minuman ketika bepergian ketimbang membeli minuman air mineral kemasan, dan menggunakan alat transportasi massal seperti busway atau sarbagita di Bali saat berangkat dan pergi ke kantor,” ungkapnya.

Koordinator Kota Earth Hour Denpasar yaitu Andri Purba, dalam pemaparannya lebih mengangkat isu ketahanan energi. Salah satunya agenda Switch Off setiap tahun yang dilaksanakan di minggu ketiga bulan Maret. “Gerakan Switch Off selama 1 jam dimulai dari pukul 20.30 sampai 21.30 bisa menghemat listrik sebanyak 234 megawatt dan bisa membuat penghematan energi lebih besar,” pungkasnya.

Andri menambahkan, saat ini Earth Hour Denpasar sedang menyuarakan gerakan kampanye publik bernama Sejuta Aksi. Gerakan ini mengajak masyarakat untuk membuat tas belanja dari baju bekas yang mereka miliki dengan cara yang mudah dan simpel. “Membuat  tas belanja sendiri dari baju bekas bisa mengurangi sampah plastik. Sebab sampah plastik bila masuk ke tanah proses hancurnya harus melewati masa 400 tahun,” katanya.

Sedangkan Awal, Wakil Koordinator Kota Denpasar Komunitas Marine Buddies lebih mengangkat isu perikanan dan kelautan. Ada tiga kegiatan utama yang dilakukan Marine Buddies Denpasar. Seperti Beach Clean Up, Kopi Laut , dan Sosialisasi Aplikasi Marine Buddies.

Awal mengatakan ingin mengedukasi masyarakat Indonesia untuk melestarikan laut dan lebih sadar saat berwisata di sebuah daerah konservasi semisal Nusa Penida atau Pulau Menjangan agar tidak meninggalkan jejak karbon berupa sampah plastik, merusak terumbu karang, dan tidak menangkap ikan dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

Kegiatan Ngabuburit dan Diskusi Konservasi Lingkungan ditutup dengan fashion show dari Eiger Adventure Flagship, penyerahan hadiah untuk peserta yang aktif bertanya kepada narasumber, dan foto bersama. (Tulisan ini dikirim oleh Herdian Armandhani, Denpasar, Bali)