Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 15:47 WIB
  • Selamat Menanti Hari Raya Idul Fitri

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • jusriadi05
Selamat Menanti Hari Raya Idul Fitri
Photo :
  • Ketupat
Ilustrasi Ketupat Lebaran.

VIVA.co.id – Tinggal menghitung hari, Lebaran akan menghampiri kita. Puasa akan ditinggalkan menuju kepada hari kemenangan bagi umat Islam di belahan dunia manapun. Masjid-masjid sekarang sudah tidak ramai lagi. Yang ramai sekarang adalah mal-mal atau tempat-tempat perbelanjaan.

Sesekali orang melangkahkan kaki menuju masjid untuk melaksanakan salat tarawih. Ya mungkin kebanyakan kita sudah bisa menghitung berapa orang saja yang masih salat di mesjid dan jumlah barisan jemaah sudah tentu memprihatinkan. Hidangan di masjid-masjid mulai berkurang. Aktivitas berbelanja seketika berubah menjadi aktivitas penting untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Jalan-jalan mulai bising dipenuhi dengan klakson kendaraan. Debu yang mengepul, panas, belum lagi macet yang berkepanjangan mengharuskan pemudik harus bersabar. Stasiun-stasiun, terminal-terminal, pelabuhan, maupun tempat-tempat lain terlihat padat. Itu artinya, sebagian orang yang bermukim di kota metropolitan sudah mulai balik ke kampung halaman untuk bertemu sanak famili. Rambu-rambu jalan pun sibuk menyala untuk menahan laju kendaraan yang tidak sabar ingin tiba di tempat yang mereka tuju.

Betapa berat rasanya akan meninggalkan tamu yang hanya singgah satu kali dalam setahun ini. Bulan yang penuh berkah tentunya. Tak hanya menjanjikan pahala yang berlipat ganda, tapi Ramadan juga bisa dibilang bulan yang penuh ketenangan dan damai. Itulah salah satu keunikannya. Mungkinkah kita akan meninggalkan Ramadan ini tanpa menyelipkan kenangan yang bisa membekas di ingatan kita?

Akhir-akhir ini celengan di masjid-masjid begitu lancarnya melaju. Sesekali terdengar bunyi recehan yang jatuh dari jemaah yang masih setia mengikuti salat tarawih. Alih-alih, ustaz yang menyampaikan pesan-pesan islami pun merasa galau melihat jemaah mulai mengantuk. Dan yang masih setia mendengarkan hanyalah para orangtua, itupun yang sudah lanjut usia.

Diskon yang dijanjikan Tuhan di bulan Ramadan kali ini segera akan berubah. Yang sebelumnya amalan bertambah beberapa kali lipat jika melaksanakan berbagai amal kebajikan di dalamnya, akan segera berlalu. Tetapi apa boleh buat, ternyata diskon produk-produk yang dijual di mal-mal maupun supermarket lebih menarik perhatian umat.

Ibu-ibu rumah tangga sibuk menyediakan buku catatan kecil yang agak tebal. Mencatat apa-apa yang ingin dibeli untuk persediaan Hari Raya Idul Fitri nantinya. Harga kebutuhan pokok dan yang lainnya di sebagian daerah sudah mulai naik. Bagi yang menerima THR lumayan banyak, mungkin hal ini tidak apa-apa. Tapi bagaimana dengan yang lain?

Ah, mending tidak usah ada THR. Kebanyakan orang cekcok hanya karena persoalan THR. Orang sibuk berbelanja pun karena THR. Padahal Lebaran tetap akan datang walau tanpa THR, kan? Jadi, mari kita persiapkan matang-matang diri kita sebelum memasuki Hari Raya Idul Fitri dan perbanyaklah amal ibadah. (Tulisan ini dikirim oleh jusriadi05)