Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 16 Mei 2017 | 16:24 WIB
  • Korsel Akui Program Senjata Korut Meningkat Pesat

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Korsel Akui Program Senjata Korut Meningkat Pesat
Photo :
  • Reuters/KCNA
Rudal dengan nama Mars-12 diluncurkan oleh Korea Utara.Namun tak diketahui persis, kapan rudal itu diluncurkan.

VIVA.co.id – Program senjata berat Korea Utara maju lebih pesat dibandingkan yang selama ini diperkirakan oleh ahli senjata Korea Selatan. Percobaan terakhir yang dilakukan Korut pada Minggu, 14 Mei 2017, menunjukkan itu.

Menteri Pertahanan Korea Selatan Han Min-koo kepada parlemen  mengatakan, uji coba rudal Korut pada hari Minggu terhitung "sukses dalam penerbangan."Ini bisa dianggap bahwa IRBM (rudal balistik jarak menengah) adalah dari kaliber yang disempurnakan dibandingkan dengan rudal Musudan yang terus gagal," katanya seperti diberitakan oleh Reuters, 16 Mei 2017.

Rudal Musudan adalah  sebuah kelas rudal yang dirancang untuk menempuh perjalanan antara hingga 3.000 hingga 4.000 km (1.860 sampai 2.485 mil). Ketika ditanya apakah program rudal Korea Utara berkembang lebih cepat dari perkiraan Selatan, dengan tegas ia mengatakan, "ya."

Kantor berita Korea Utara, KCNA mengatakan peluncuran hari Minggu dilakukan untuk menguji kemampuan rudal tersebut membawa "hulu ledak nuklir besar berukuran besar." Duta Besar Korut untuk Chinapada hari Senin mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan uji coba tersebut, dan meluncurkan "kapan saja, di manapun." Menurut KCNA, rudal tersebut terbang sejauh 787 km pada lintasan yang mencapai ketinggian 2.111,5 km.

Pyongyang  berulangkali mengancam untuk menghancurkan Amerika Serikat, yang dituduhnya mendorong semenanjung Korea ke ambang perang nuklir dengan melakukan latihan militer baru-baru ini dengan Korea Selatan dan Jepang.

Amerika dan PBB menghadapi ancaman Korea Utara dengan memberikan sanksi. Namun Korea Utara bergeming. Bulan depan, Presiden Trump akan bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Washington. Pembicaraan soal Korea Utara akan menjadi agenda pembicaraan utama ke dua pemimpin negara.