Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 17 Mei 2017 | 06:32 WIB
  • 10 Tahun 'Nyamar' Lelaki, Pili Disegani para Pekerja Tambang

  • Oleh
    • Ezra Natalyn
10 Tahun 'Nyamar' Lelaki, Pili Disegani para Pekerja Tambang
Photo :
  • UN Women/Deepika Nath/BBC
Pili Hussein

VIVA.co.id – Kisah Pili Hussein, perempuan asal Tanzania, Afrika menjadi kisah unik. Selama lebih 10 tahun Pili diketahui bekerja di pertambangan batu permata dengan menyamar sebagai laki-laki akibat perempuan tak diterima di lapangan pekerjaan tersebut.

Pili lahir dan dibesarkan di Tanzania. Dia putri seorang peternak yang memiliki enam istri. Pili adalah salah satu dari 38 anak yang dimiliki ayahnya. Sejak kecil, Pili mengaku sudah dipercaya sang ayah mengurusi ternak sehingga dia terbiasa dengan pekerjaan kasar.

"Ayah saya memang sering memperlakukan saya seperti anak lelaki. Saya pribadi tak suka dengan perlakuan seperti itu," kata Pili sebagaimana dikutip dari BBC.com, Senin 15 Mei 2017.

Namun setelah menikah, hidup Pili sengsara dengan suami yang kerap melakukan tindakan kekerasan. Dia akhirnya lari dari rumah dan menemukan pertambangan di kota Mererani, sebuah kota kecil di Tanzania tak jauh dari gunung Kilimanjaro. Di kota itu ada pertambangan batu mirah.

"Karena saya tak punya pendidikan maka tak ada pilihan lain untuk bekerja," kata dia.

Pili lantas berpakaian layaknya seorang pria dan membuktikan dia bisa melakukan pekerjaan berat hingga akhirnya diterima di pertambangan. Postur tubuh yang cukup besar juga membuat penampilannya meyakinkan. Selama sepuluh tahun, dia bekerja di sana dan dikenal dengan nama Paman Hussein. Tak seorang pun yang tahu identitas Pili yang aslinya adalah seorang perempuan itu. Dia bahkan cukup disegani para koleganya.

Dengan bekerja di pertambangan, Pili juga diketahui bisa membantu orangtuanya memperbaiki rumah mereka.

"Saya di sana bekerja seperti gorila, saya bisa berkelahi dan bicara jorok dan harus lebih garang dari lelaki," kata Pili.

Namun kejadian pemerkosaan di kotanya membuat alur hidup Pili berubah. Seorang perempuan yang mengaku diperkosa oleh sejumlah pekerja tambang menunjuk Pili sebagai salah satu pelakunya. Dia lantas digiring ke kantor polisi.

Untuk membantah dan membuktikan dia bukan salah satu pemerkosa, Pili akhirnya mengungkapkan jati dirinya yang adalah seorang perempuan.