Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 18 Mei 2017 | 18:35 WIB
  • 850 Petani di India Tewas Bunuh Diri Selama 4 Bulan

  • Oleh
    • Endah Lismartini
850 Petani di India Tewas Bunuh Diri Selama 4 Bulan
Photo :
  • Reuters
Warga Assam, India, melintasi sawah yang terendam banjir.

VIVA.co.id – Sebuah negara bagian di India, Maharashtra melaporkan 852 petani di wilayahnya tewas karena bunuh diri. Kasus itu terjadi hanya dalam waktu empat bulan antara Januari hingga April. Artinya, selama empat bulan itu, setiap hari tujuh petani bunuh diri.

Kebanyakan kasus bunuh diri terjadi karena para petani tak mampu mengembalikan pinjaman pertanian di masa paceklik. Maharashtra adalah wilayah pertanian yang dikenal dengan berbagai produksi. Menurut pemerintah bagian di negara tersebut, angka 852 orang lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 1.023 kasus dalam empat bulan.

Kasus bunuh diri ini terjadi saat petani harus berhadapan dengan kekeringan parah dan krisis air. Petani yang paceklik gagal melunasi pinjaman pertanian hingga memilih bunuh diri. Pihak oposisi di negara bagian tersebut telah meminta pemerintah agar membebaskan pinjaman pertanian, namun usul tersebut ditolak karena menurut pemerintah biaya yang dikeluarkan akan sangat besar.

Aktivis pertanian juga mengatakan bahwa pemerintah tak berbuat banyak untuk mengatasi masalah krisis dan penetapan harga dan pinjaman pertanian. "Saat musim hujan datang, banyak petani yang belum mampu membayar pinjaman, sehingga ia tak memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman baru," ujar mereka seperti dikutip dari The Times of India, 18 Mei 2017. Secara keseluruhan, angka tersebut lebih rendah dari 1.023 kasus yang dilaporkan pada rentang yang sama tahun lalu.

Kasus bunuh diri ini biasanya terjadi pada saat musim paceklik,  ketika negara berada dalam cengkeraman kekeringan parah dan krisis air. Selanjutnya, negara mengalami musim hujan yang baik. Menurut catatan pemerintah setempat, kasus bunuh diri terbesar ada di lima distrik, yaitu Vidarbha, Amravati, Marathwada, Nagpur, dan Maharashtra Utara, yaitu mencapai 324 kasus.