Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Juni 2017 | 14:27 WIB
  • Kisah Nyata, Orang-orang Korut Tak Percaya AS Negara Maju

  • Oleh
    • Ezra Natalyn
Kisah Nyata, Orang-orang Korut Tak Percaya AS Negara Maju
Photo :
  • KCNA via REUTERS
Kim Jong-un berfoto bersama anak-anak Korea Utara

VIVA.co.id – Testimoni para eks tahanan politik Korea Utara kebanyakan adalah cerita mengerikan yang memancing simpati publik. Kerasnya tahanan Korea Utara disebutkan tak jarang membuat para tahanan trauma berkepanjangan.

Para tahanan politik yang tak jarang berasal dari negara lain dikurung di area dengan pengamanan dan pengawasan ketat. Selain diisolasi, para tahanan disebutkan harus melakukan kerja paksa di perkebunan maupun di pertambangan batu bara.

Kenneth Bae, warga Amerika Serikat berdarah Korea pernah mengisahkan kisah hidupnya di tahanan politik Korut. Hal itu dia tulis dalam buku memoir "Not Forgotten: The True Story of My Imprisonment in North Korea".

Dalam buku itu, sebagaimana dilansir BBC.com, Bae mengisahkan mental dan psikologisnya yang digerogoti selama mendekam di tahanan Korut. Namun dia akhirnya dibebaskan setelah sakit keras. Bae menghabiskan hidup bertahun-tahun di penjara itu.

Ada cerita menarik yang disampaikannya tentang para petugas tahanan dan penjaga yang sempat mengejeknya pada saat Bae akan dibebaskan.

Para petugas itu kata dia dengan pongah mengatakan bahwa Amerika Serikat adalah negara yang penduduknya 90 persen, miskin. Mereka mengatakan iba karena Bae akan kembali ke AS.

Bae yang agak terkejut mengatakan bahwa hal itu tak benar. AS adalah negara maju di dunia. Dia mengatakan hampir semua warga AS memiliki rumah dan mobil sendiri. Sayangnya para petugas itu tak percaya dan malah menuduh Bae berbohong.

"Mereka bilang saya bohong dan tak mau percaya ucapan saya," kata Bae soal kejadian menggelikan itu.

Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai negara super power dengan kekuatan ekonomi dan militernya. AS juga negara yang memiliki cadangan bahan bakar dunia paling banyak yang diikuti China sebagaimana dilansir sejumlah institusi riset. Sejak lama AS menjadi raksasa ekonomi meski sempat terpukul pada krisis ekonomi 2008. Namun AS kini masih tetap di posisi negara besar yang paling dipandang di dunia.

Sementara Korea Utara merupakan negara komunis yang dipimpin secara otoriter oleh Kim Jong-un. Negara tersebut juga menutup informasi dan komunikasi warganya dari dunia global.