Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Juni 2017 | 15:25 WIB
  • Warga Muslim Jadi Penyelamat Kebakaran London

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Warga Muslim Jadi Penyelamat Kebakaran London
Photo :
  • REUTERS/Toby Melville
Kondisi apartemen Grenfell di London.

VIVA.co.id – Hikmah puasa sangat terasa bagi penghuni apartemen Grenfell Tower di London. Saat api mulai membakar, sejumlah warga Muslim yang sedang menunggu waktu sahur bergegas menggedor-gedor pintu apartemen membangunkan sesama penghuni.

Dikutip dari BBC, waktu Subuh di London yang jatuh pada pukul 02.40 dini hari membuat pemukim Muslim di rumah susun tersebut masih terjaga menunggu sahur saat kebakaran terjadi. "Anak-anak Muslim berlarian menggedor pintu warga, membangunkan kami ... mereka datang dari masjid. Kalau bukan atas bantuan mereka, penghuni pasti meninggal," kata seorang warga kepada HuffPost.

Khalid Suleman Ahmed (20 tahun), yang baru-baru ini pindah ke rumah susun tersebut bersama tantenya tinggal di lantai delapan. "Tidak ada alarm yang berbunyi. Saya tengah bermain PlayStation untuk menunggu sahur dan mencium asap. Saya bangun dan melihat asap di lantai tujuh," kata Suleman kepada HuffPost UK.

"Saya bangunkan tante saya, dan mulai menggedor pintu tetangga. Semua pintu dibuka dan hanya dua, namun saya kemudian melihat satu tetangga saya, jadi hanya ada satu keluarga yang tak terlihat. Tetangga sebelah lagi tertidur pulas," ceritanya.

Ia mengatakan banyak yang mengecam komunitas Muslim ketika ada insiden yang menodai komunitas ini. "Tapi ketika mereka melakukan kebaikan seperti ini, tak ada yang memberi perhatian," kata penghuni Grenfell Tower lainnya.

Saksi mata mengatakan kepada Sky News warga Muslim yang bangun untuk sahur adalah penyelamat warga yang berhasil diungsikan dari Menara Grenfell. Sementara seorang pemukim lain mengatakan mereka yang bangun sahur masih terjaga saat kebakaran terjadi di lantai dua gedung tingkat 24 itu.

Kebakaran besar melanda apartemen Grenfell di London pada Selasa subuh. Hingga Rabu petang waktu setempat, setidaknya 12 orang meninggal setelah kebakaran besar ini dan polisi memperkirakan jumlah korban akan bertambah.

Para petugas pemadam kebakaran menyelamatkan banyak orang dan masih berusaha memadamkan api sampai Rabu sore, 14 Juni waktu setempat, atau 12 jam setelah kebakaran terjadi.

Berbagai komentar di Twitter terkait pemukim Muslim yang membantu para tetangga, sebagian disertai dengan tagar #Suhoor (sahur). Seorang wartawan lepas Elizia Volkmann?, melalui akun Twitternya menuliskan, "Saya mendengar orang berbicara tentang keajaiban Ramadan dan inilah dia."

Pengguna lain berkomentar singkat, "Muslim yang beribadah Ramadan adalah penyelamat pada saat kebakaran terjadi." Sedangkan komentar lain mengatakan, "Subhanallah. Terima kasih Tuhan untuk Ramadan."

Rashida, salah seorang pemukim, juga mengatakan masih terjaga karena menunggu sahur. "Sebagian besar Muslim yang beribadah Ramadan biasanya baru tidur setelah pukul 02.30 setelah makan sahur dan salat. Jadi sebagian besar keluarga di sini masih terjaga," katanya kepada Sky News.

Ia menggambarkan warga di apartemen itu sangat beragam dan mengenal satu sama lain. (one)