Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 16 Juni 2017 | 14:38 WIB
  • Redam Aksi Kekerasan, Australia Tawarkan Amnesti Senjata

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dinia Adrianjara
Redam Aksi Kekerasan, Australia Tawarkan Amnesti Senjata
Photo :
  • REUTERS/Maxim Shemetov
Senjata AK-47/Ilustrasi.

VIVA.co.id – Pemerintah Australia menetapkan amnesti nasional senjata selama tiga bulan. Amnesti diberikan dalam upaya untuk mengurangi jumlah senjata api ilegal yang digunakan dalam serangan beberapa waktu terakhir.

Amnesti senjata ini pertama kali dilakukan dalam rentang waktu 20 tahun. Menteri Kehakiman Australia, Michael Keenan mengatakan bahwa terhitung 1 Juli mendatang, penduduk setempat dapat menyerahkan senjata api ilegal kepada pihak berwenang, tanpa tuntutan hukum.

"Kita hidup di saat lingkungan keamanan nasional memburuk. Sayangnya, kita telah melihat melalui serangan teror di Australia bahwa banyak senjata ilegal telah digunakan," kata Keenan, dikutip Reuters, Jumat 16 Juni 2017.

Australia memiliki beberapa undang-undang pengendali senjata terberat di dunia, yang diperkenalkan setelah pembunuhan massal terburuk terjadi di negara itu. Seperti diketahui pada 1996, seorang pria bersenjata membunuh 35 orang di Port Arthur di negara bagian Tasmania.

Sebuah laporan pada 2016 memperkirakan ada 260 ribu senjata api ilegal di Australia. Beberapa di antaranya telah digunakan oleh penduduk setempat yang radikal untuk melakukan serangan.

Dalam sebuah insiden paling mematikan di Australia yang terinspirasi oleh kelompok ISIS, seorang pria bersenjata menggunakan senjata api ilegal dalam sebuah penyerangan di sekitar Sydney, di mana tiga orang, termasuk penyandera, telah tewas.

Awal bulan ini, pria bersenjata bernama Yacqub Khayre menggunakan senjata api ilegal untuk membunuh seorang pria di sebuah blok apartemen di Melbourne, kemudian menahan seorang wanita sebelum polisi menembak mati. (art)