Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 19 Juni 2017 | 12:27 WIB
  • Korut: Amerika Negara Gangster Paling Kejam

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dinia Adrianjara
Korut: Amerika Negara Gangster Paling Kejam
Photo :
  • REUTERS/KCNA
Kim Jong-un saat inspeksi militer dari kapal selam Korea Utara.

VIVA.co.id – Korea Utara menuduh pihak berwenang Amerika Serikat "menjebak" para diplomatnya di Bandara John F Kennedy di New York secara paksa dan menyita sebuah paket diplomatik.

Tuduhan tersebut terjadi di tengah ketegangan diplomatik, setelah Korea Utara membebaskan mahasiswa Amerika bernama Otto Warmbier. Saat dibebaskan, Warmbier menderita koma setelah ditahan di Korut selama 17 bulan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korut mengatakan, delegasi tersebut baru saja kembali dari sebuah konferensi PBB tentang hak-hak penyandang disabilitas. Sesaat sebelum kembali ke negaranya, mereka justru "dirampok" dalam tindakan provokasi ilegal.

"Diplomat dari sebuah negara berdaulat dirampok di New York, di mana markas besar Perserikatan Bangsa Bangsa berada," kata juru bicara tersebut, seperti dikutip The Guardian, Senin 19 Juni 2017.

"Ini jelas menunjukkan bahwa Amerika adalah negara gangster yang kejam dan tanpa hukum. Masyarakat internasional perlu mempertimbangkan apakah New York cocok dijadikan tempat pertemuan internasional," ujarnya.

Kantor Berita Korea Utara menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi pada 16 Juni lalu, ketika lebih dari 20 pejabat yang mengaku berasal dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dan polisi melakukan kekerasan seperti gangster untuk mengambil paket diplomatik. Padahal, para diplomat Korea Utara tersebut memiliki sertifikat diplomatik yang sah.