Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 10:48 WIB
  • Mahasiswa AS yang Ditahan Korea Tewas

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Mahasiswa AS yang Ditahan Korea Tewas
Photo :
  • Reuters
Otto Warmbie yang ditahan di Korea Utara. Ia dikembalikan ke AS dalam kondisi koma, dan akhirnya tewas.

VIVA.co.id –  Otto Warmbier, seorang mahasiswa AS yang ditahan selama lebih dari 15 bulan di Korea Utara akhirnya meninggal dunia. Otto diganjar 15 tahun penjara oleh pemerintah Korea Utara karena ketahuan mencuri sebuah tanda propaganda dari hotel tempatnya menginap.

Selasa pekan lalu, atas dasar kemanusiaan Otto dilkembalikan ke AS. Diduga ia telah mengalami koma selama setahun. Pihak Korea Utara mengatakan Otto diduga keracunan (botulism), tapi pihak keluarga meragukan keterangan itu. Mereka menduga Korea Utara memperlakukan Otto dengan buruk dan menyiksanya. Sebuah tim dokter di AS juga membantah cerita versi Korea Utara.

Diberitakan BBC, 20 Juni 2017, Otto dikabarkan menderita kerusakan otak dan sudah dievakuasi secara medis dari Korea Utara pada 13 Juni ke sebuah rumah sakit dekat rumahnya di Cincinnati, Ohio. Sampai saat ini belum jelas, apa yang menyebabkan ia koma.

Melalui sebuah pernyataan, pihak keluarga mengatakan, "Adalah tugas yang sangat berat bagi kami untuk menyatakan bahwa anak kami, Otto Warmbier, telah menyelesaikan perjalanannya. Dikelilingi oleh keluarga yang mencintainya, Otto meninggal dunia pada pukul 2.20pm."

Mereka juga mengatakan, kondisi Otto saat dikembalikan pada mereka adalah tak bisa bicara, tak bisa melihat, dan tak bisa merespon perintah verbal. "Pelecehan dan penyiksaan yang mengerikan diterima anak kami dari tangan-tangan Korea Utara memastikan bahwa tak ada hal lain yang mungkin terjadi selain hal menyedihkan ini," demikian pernyataan tersebut.

Mahasiswa jurusan Ekonomi dari University of Virginia itu melakukan perjalanan ke Korea Utara sebagai turis. Sebulan setelah penangkapannya, ia tampil memberikan pernyataan dalam sebuah konferensi pers. Dengan menangis, Otto memberikan pengakuan, ia berniat mengambil simbol tersebut dari hotelnya sebagai hadiah untuk gereja AS.

Sementara itu, perusahaan travel yang membawa Otto ke Korea Utara, Young Pioneer Tours sudah mengumumkan mereka tak akan lagi membawa turis  dari AS ke Korea Utara. "Cara penahanannya sangat mengerikan, dan tragedi ini tak boleh terulang," ujar pengelola travel yang berkantor di China itu.

Tim dokter di Cincinnati memastikan, mereka tak menemukan tanda-tanda bahwa Otto menderita Botulism, seperti yang disampaikan pihak Korea Utara. Tapi, berdasarkan scan,  tim dokter juga tak menemukan tanda-tanda penganiayaan fisik selama Otto ditahan. Tim dokter meyakini, yang terjadi pada Otto adalah kekurangan oksigen dan pendarahan di otak.