Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 14:19 WIB
  • Jika Blokade Tak Dibuka, Qatar Tetap Menolak Negosiasi

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dinia Adrianjara
Jika Blokade Tak Dibuka, Qatar Tetap Menolak Negosiasi
Photo :
  • REUTERS/Thomas White/Illustration
Qatar dan UAE.

VIVA.co.id – Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyampaikan tak akan ada negosiasi hingga negara-negara itu bersedia mencabut blokade mereka. "Saat ini Qatar masih diblok, dan tak ada negosiasi. Mereka harus membuka akses  untuk memulai negosiasi," ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Doha.

"Sampai saat ini kami tak melihat sedikitpun ada kemajuan untuk membuka kembali blokade yang mereka lakukan, dan ini menunjukkan tak ada pre-kondisi apa pun untuk melangkah maju," katanya menambahkan.

Dikutip dari Al Jazeera, 20 Juni 2017, Sheik Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, sampai saat ini Qatar belum menerima permintaan apa pun dari Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, yang telah memutuskan hubungan sejak dua pekan lalu, dan memicu terjadinya krisis terburuk di Teluk selama bertahun-tahun.

Apa pun yang berkaitan dengan urusan Dewan Kerjasama Teluk di mana enam negara tunduk pada negosiasi, katanya, merujuk pada badan yang terdiri dari Qatar, Arab Saudi, UEA, Bahrain, Kuwait dan Oman.

"Apa pun yang tidak berhubungan dengan mereka tidak dapat dinegosiasikan Tidak ada yang berhak mencampuri urusan kami. Al Jazeera adalah urusan Qatar, kebijakan luar negeri Qatar mengenai isu-isu regional adalah urusan Qatar, dan kita tidak akan menegosiasikan urusan kita sendiri ," ujarnya menegaskan.

Menteri tersebut mengatakan bahwa penguasa Kuwait adalah satu-satunya mediator dalam krisis tersebut dan bahwa dia menunggu tuntutan spesifik dari negara-negara Teluk untuk mengambilalih upaya resolusi ke depan.

"Kita tidak bisa hanya memiliki tuntutan (samar-samar) seperti 'orang Qatar tahu apa yang kita inginkan dari mereka, mereka harus menghentikan ini atau itu, mereka harus dipantau oleh mekanisme pemantauan asing."

Krisis tersebut melanda perjalanan sipil dan beberapa impor makanan, meningkatkan ketegangan di Teluk dan menaburkan kebingungan di kalangan bisnis. Namun, hal itu tidak mempengaruhi ekspor energi dari Qatar, pengekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia.

Menteri mengatakan Qatar akan bergantung pada negara-negara lain jika boikot berlanjut, termasuk saingan regional Arab Saudi, Iran. Tapi Menlu membantahnya. "Kami memiliki rencana cadangan yang terutama bergantung pada Turki, Kuwait dan Oman," katanya.

Menlu memastikan blokade itu tak mengganggu. "Iran telah memfasilitasi bagi kita jalur udara untuk penerbangan kami dan kami bekerja sama dengan semua negara yang dapat menjamin pasokan untuk Qatar."