Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 17 Juli 2017 | 12:31 WIB
  • Diajak Korsel Dialog, Korea Utara Ajukan Syarat Berat

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Diajak Korsel Dialog, Korea Utara Ajukan Syarat Berat
Photo :
  • KCNA via REUTERS
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, berfoto bersama anak-anak.

VIVA.co.id – Pemerintah Korea Selatan mengusulkan perundingan militer dengan Korea Utara pada minggu ini. Perundingan tingkat pertama ini menjadi yang pertama sejak tahun 2015 lalu dalam upaya untuk menghentikan ketegangan kedua negara.

Usulan tersebut merupakan tindakan formal pertama pemerintah Presiden Korsel Moon Jae-in yang mengutamakan pendekatan lunak terhadap Korea Utara.

"Kami meminta perundingan militer dengan Korut pada tanggal 21 Juli di Tongilgak untuk menghentikan semua kegiatan bermusuhan yang meningkatan ketegangan militer kedua negara," kata Menteri Pertahanan Korsel, Suh Choo-suk, sebagaimana dilansir Reuters, Senin 17 Juli 2017.

Tongilgak merupakan sebuah gedung di Korea Utara di Desa Panmunjom daerah perbatasan yang digunakan sebagai lokasi pembicaraan kedua negara beberapa waktu lalu. Perundingan antarpemerintah yang terakhir diadakan pada Desember 2015.

Proposal tersebut diajukan sekitar satu minggu setelah Moon mengungkapkan kebutuhan mendesak untuk berdialog dengan Korea Utara sekaligus mengerem program nuklir dan rudal Pyongyang.

Moon menyarankan agar kegiatan militer dihentikan di perbatasan kedua negara pada 27 Juli sebagai peringatan akan perjanjian gencatan senjata tahun 1953 yang mengakhiri Perang Korea.

Selain itu, Palang Merah Korea Selatan juga mengusulkan pembicaraan dengan Korea Utara untuk membahas reuni anggota keluarga yang terpisah selama Perang Korea.

Kendati demikian, Pyongyang berulang kali mengatakan bahwa mereka menolak untuk terlibat dalam semua pembicaraan dengan Korea Selatan kecuali Seoul mengembalikan 12 pelayan restoran asal Korut yang membelot ke Selatan pada tahun lalu. (ren)