Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 9 Agustus 2017 | 19:17 WIB
  • BMW Tabrak Militer Prancis, Dua Petugas Luka Serius

  • Oleh
    • Endah Lismartini
BMW Tabrak Militer Prancis, Dua Petugas Luka Serius
Photo :
  • REUTERS/Benoit Tessier
Polisi Prancis berjaga di sekitar lokasi tempat serangan.

VIVA.co.id –  Sebuah mobil menabrak kelompok militer yang baru keluar dari barak mereka di Paris, Prancis. Dua petugas militer, dikabarkan mengalami luka serius.

Polisi kini mengejar mobil, diduga sebuah BMW, dan pengemudinya dalam insiden yang terjadi di pinggiran barat laut Levallois-Perret.

Jaksa Paris mengatakan ,unit anti-teror sedang menyelidiki apa yang terjadi. Unit antiterorisme hanya mengatakan, "ada percobaan pembunuhan.. sehubungan dengan usaha teroris."

Wali kota setempat, Patrick Balkany mengatakan, serangan itu dilakukan pada Rabu sekitar pukul 08.15 waktu setempat. Serangan terjadi di luar sebuah barak militer di Place de Verdun di Levallois-Perret.

Ia mengaku tak ragu mengatakan bahwa serangan itu adalah kesengajaan, karena mobil tersebut menunggu tentara keluar dari barak.

"Sebuah mobil telah menunggu hingga tentara keluar dari barak. Dan, mobil itu adalah BMW yang melaju sangat cepat begitu rombongan tentara keluar," ujarnya seperti dikutip dari BBC, Rabu 9 Agustus 2017.

Jean-Claude Veillant, seorang penduduk yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian mengatakan kepada wartawan bahwa dia melihat sebagian dari serangan tersebut.

"Saya mendengar suara keras, suara logam bekas. Tak lama kemudian, saya melihat salah satu orang yang terluka parah terbaring di depan kendaraan patroli [pasukan patroli] Vigipirate dan satu lagi di belakangnya menerima perawatan," katanya.

Tentara yang terluka dirawat di rumah sakit militer Percy di Clamart, namun kondisi mereka yang sebenarnya belum diumumkan.

Prancis masih terus berada dalam keadaan darurat sejak November 2015. Pada 13 November 2015, 130 orang tewas dalam malam pembantaian di Paris, dan sejak itu lebih dari 100 orang tewas dalam serangkaian aksi teror yang dilakukan oleh kelompok teroris yang mengaku sedang berjihad. (asp)