Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 12:21 WIB
  • 4 Roket Balistik Korut akan Jadi Serangan Awal di Guam

  • Oleh
    • Endah Lismartini
4 Roket Balistik Korut akan Jadi Serangan Awal di Guam
Photo :
  • Reuters.
Warga Korea Utara menyaksikan peluncuran rudal ICBM melalui layar elektronik dua pekan lalu.

VIVA.co.id – Ancaman Korea Utara untuk menyerang AS makin mendekati kenyataan. Empat rudal balistik disiapkan untuk menyerang wilayah Guam, wilayah yang menjadi sasaran awal serangan.

Cuitan Trump terhadap aksi Korea Utara yang terus melakukan uji coba rudal ditanggapi serius oleh Korea Utara. Pekan lalu Presiden AS Donald Trump, melalui akun Twitternya terus mengungkapkan kemarahannya pada aksi Korea Utara yang kembali melakukan uji coba rudal, yang menurut klaim Korea Utara, mampu menjangkau seluruh wilayah daratan AS.

Dalam salah satu cuitannya, Trump memperingatkan Pyongyang, bahwa semua ancaman yang dilakukan oleh Korea Utara akan berhadapan dengan "api dan kemarahan."  

Hari ini, media pemerintah Korea Utara KCNA, memberitakan pernyataan dari Jenderal Kim Rak Gyom yang memastikan rencana serangan Korea Utara ke wilayah kepulauan Guam, Amerika Serikat. "Pasukan Strategis Korea Utara dari Tentara Rakyat Korea (KPA) secara serius memeriksa rencana penyerangan ke pangkalan militer utama Guam melalui  tembakan simultan dari empat roket balistik strategis jarak jauh Hwasong-12. Serangan ini juga akan  memberi sinyal peringatan penting bagi AS," kata pernyataan tersebut seperti dikutip dari CNN, 10 Agustus 2017.

Ketegangan di wilayah pasifik meningkat pesat setelah analis intelijen AS yang mengetahui analisis program rudal dan nuklir Korea Utara menilai Korea Utara telah menghasilkan sebuah miniatur hulu ledak nuklir. Belum lama ini  Pyongyang menguji dua rudal balistik antarbenua (ICBM), yang dikenal sebagai Hwasong-14, yang menurut Korut mampu menyerang daratan AS.

Informasi itu membuat Dewan Keamanan PBB mengeluarkan sebuah resolusi yang memberlakukan sanksi baru. Resolusi tersebut, yang menargetkan aliran pendapatan internasional Korea Utara, disahkan dengan suara bulat setelah lobi yang kuat dari Amerika Serikat. AS secara terpisah juga mengumumkan sanksi kepada Korea Utara.

KCNA mengatakan bahwa juru bicara KPA telah "memperingatkan AS secara menyeluruh terhadap sanksi apapun." Menurut pernyataan KCNA, Korea Utara memiliki rencana untuk mengirim rudal Hwasong-12 ke Guam pada pertengahan Agustus. KPA juga telah melaporkan kesiapan mereka kepada Komandan Utama Angkatan Nuklir DPRK dan menunggu perintahnya."

Menurut pernyataan tersebut, roket Hwasong-12 yang akan diluncurkan oleh KPA akan melintasi langit di atas prefektur Shimane, Hiroshima, dan Koichi di Jepang. Roket ini akan terbang sejauh 3.356,7 kilometer selama 1.065 detik dan diperkirakan mencapai perairan 30 sampai 40 kilometer dari Guam.

Tidak ada indikasi dari pernyataan KCNA bahwa rudal Hwasong-12 yang mengarah ke Guam akan dipasangkan hulu ledak nuklir.