Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 16:39 WIB
  • Guam, Pulau Turis Incaran Tembak Korea Utara

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Guam, Pulau Turis Incaran Tembak Korea Utara
Photo :
  • REUTERS/Erik De Castro
Dua turis melintas di depan tulisan 'I Love Guam'

VIVA.co.id – Pulau Guam adalah sebuah pulau kecil di wilayah barat Samudera Pasifik. Pulau ini dikelilingi oleh pantai dan dipenuhi pohon palem. Pulau ini tak terlalu luas, tapi strategis dan signifikan.

Setelah Presiden Trump mengancam akan membawa "api dan kemarahan" pada Korea Utara, Pyongyang menanggapinya dengan pernyataan pemerintah Korea Utara sedang bersiap mengarahkan empat rudal balistik mereka ke Guam.

Hanya tinggal membutuhkan persetujuan dari Kim Jong-un sebagai pimpinan militer tertinggi di Korean Public Army (KPA), maka rudal antarbenua itu akan meluncur. Belum jelas, apakah rudal balistik itu memiliki hulu ledak nuklir.

Dikutip dari NPR.org, pulau Guam memiliki luas sekitar 549 km2. Guam adalah daratan yang paling dekat dengan Palung Mariana, palung terdalam di dunia. Pulau ini terletak sekitar tiga perempat perjalanan dari Hawaii ke Filipina. Guam mengandalkan pariwisata sebagai penghasilan mereka.

Pulau terpencil ini tak hanya menjadi rumah bagi ribuan turis yang ingin mencari keindahan dan ketenangan, tapi juga menjadi rumah tentara Amerika yang ditempatkan di Pangkalan Angkatan Udara Andersen dan Pangkalan Angkatan Laut Guam.

AS mengambil Guam dari Spanyol pada tahun 1898. Pulau ini lalu diperuntukkan sebagai stasiun pengisian bahan bakar untuk armada AS di Pasifik barat. Pulau ini dengan cepat menjadi bagian penting dari komunikasi internasional (kabel telegram trans-Pasifik Amerika melewati Guam) dan transportasi (ini adalah tempat pemberhentian bahan bakar untuk penerbangan trans-Pasifik).

Pulau ini memainkan peran penting dalam banyak perang. Dalam Perang Dunia II, Guam ditangkap oleh Jepang sesaat setelah serangan Pearl Harbor dan dimenangkan oleh AS pada tahun 1944. Penderitaan orang-orang Guam selama pendudukan diakui oleh Kongres AS tahun lalu, dalam sebuah RUU yang memberikan kompensasi kepada orang-orang yang selamat .

Ketika periode Perang Dingin, pulau itu merupakan pusat pendukung. Sedangkan selama Perang Vietnam, puluhan ribu tentara AS ditempatkan di Guam.

Jarak dari Guam ke Semenanjung Korea hanya sekitar 2.100 mil. Dan AS telah lama memanfaatkan pulau tersebut untuk memantau aktivitas di Korea Utara. Posisi Guam yang menjadi salah satu pangkalan utama militer AS, dan sumber pemantauan AS ke Korea Utara, tak heran jika Pyongyang langsung menyebut nama pulau ini sebagai sasaran pertama mereka untuk "meladeni" ocehan Trump. (ase)