Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 08:19 WIB
  • KBRI Pernah Tawarkan Ambil Barang, Mahasiswa Kairo Menolak

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Andri Mardiansyah (Padang)
KBRI Pernah Tawarkan Ambil Barang, Mahasiswa Kairo Menolak
Photo :
  • Antara/ Ismar Patrizki
Pemandangan Kota Kairo, Mesir, dari citadel/ benteng Sultan Saladin

VIVA.co.id – Pascaditetapkannya pelarangan Desa Samanud bagi warga asing oleh Pemerintah Mesir, Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI untuk Mesir sudah pernah menawarkan bantuan untuk memfasilitasi pengambilan barang-barang milik mahasiswa Indonesia yang masih tertinggal di Samanud. 

Namun ternyata, sebagian mahasiswa Indonesia tersebut menolak bantuan yang ditawarkan. Mereka malah menyampaikan bahwa mereka ingin mengambil sendiri barang yang tertinggal di sejumlah pemondokan di Desa Samanud

"Kami pernah menawarkan bantuan untuk pengambilan barang-barang yang masih tertinggal di Samanud. Tapi sebagian mereka menolak," Duta Besar Indonesia untuk Mesir, Helmy Fauzi melalui pesan WhatsApp, Kamis 10 Agustus 2017.

Pada umumnya lanjut Helmy Fauzi, madrasah tempat pengkajian agama di Desa Samanud dipimpin dan diasuh oleh para sheikh atau ulama yang tak berafiliasi dengan Al Azhar dan bahkan dinilai berseberangan dengan pemerintah Mesir. 

Grand Sheikh Al Azhar juga telah mengimbau agar para mahasiswa Al-Azhar yang selayaknya harus menimba ilmu di Al-Azhar dengan para ulama Al Azhar agar segera meninggalkan Samanud dan tak lagi belajar ilmu agama dengan para ulama non Al-Azhar di sejumlah madrasah di daerah tersebut.

"Untuk itulah sebelumnya kita juga sudah mengeluarkan imbauan untuk segera meninggalkan Samanud," ujar Helmy.

Sebelumnya, Nurul Islami dan Muhammad Hadi, mahasiswa Indonesia asal Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat ditahan oleh pihak keamanan markas Aga, Provinsi ad-Daqohliyyah sejak 1 Agustus 2017 karena memasuki zona terlarang di Desa Samanud. Mereka disebutkan kembali mendatangi desa itu untuk mengambil barang-barangnya yang ketinggalan.