Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 12 Agustus 2017 | 06:58 WIB
  • Trump Isyaratkan Amerika Siap Perang ke Korea Utara

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Trump Isyaratkan Amerika Siap Perang ke Korea Utara
Photo :
  • REUTERS/Mark Makela
Aksi menolak perang warga AS.

VIVA.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terus melakukan provokasi kepada Korea Utara. Melalui akun Twitternya, Presiden AS itu mengatakan, Amerika saat ini berada dalam kondisi 'locked and loaded.'

Istilah 'locked and loaded' dipopulerkan dalam film "Sands of Iwo Jima," yang diproduksi pada 1949, dan dibintangi John Wayne. Kalimat 'locked and loaded,' mengacu pada kondisi senapan yang sudah siap ditembakkan.

Pernyataan Trump disampaikan sebagai jawaban atas tuduhan Korea Utara, yang mengatakan AS tengah membawa Semenanjung Korea ke arah perang nuklir. Kondisi AS dan Korea Utara juga mulai membuat khawatir negara-negara maju.

Pentagon juga mengatakan, AS dan Korea Selatan akan melakukan latihan militer gabungan dalam 10 hari. Tindakan ini dipastikan akan semakin membuat marah Korea Utara.

Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan kepada Pyongyang, "Solusi militer saat ini sepenuhnya siap, locked and loaded (siap ditembakkan), jika Korea Utara bertindak tak bijak. Berharap Kim Jong Un akan menemukan jalan yang lain."

Saat diminta wartawan untuk menjelaskan apa maksud 'locked and loaded,' yang ia sampaikan, Presiden berambut pirang itu mengatakan, "kalimat itu sangat, sangat mudah untuk dimengerti."

Trump lalu melanjutkan, "jika dia  (merujuk pada Kim Jong-un) mengucapkan satu ancaman ... atau jika dia melakukan sesuatu sehubungan dengan Guam, atau tempat lain yang merupakan wilayah Amerika atau sekutu Amerika, dia akan benar-benar menyesalkannya, dan dia akan menyesalinya dengan sangat cepat."

Usai melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson dan Dubes AS untuk PBB Nikki Haley, Trump mengatakan, situasi di Korea Utara sangat berbahaya, namun itu tak akan berlangsung lama. "Kita akan lihat apa yang terjadi. Kami masih melihat banyak hal baik yang akan terjadi, tetapi kami juga menyiapkan solusi terburuk," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu 12 Agustus 2017.

Ketegangan Amerika dan Korea Utara tak juga berkurang. Dua pekan terakhir, kedua negara terus melakukan perang retorika. Korea Utara, bahkan sudah menyampaikan pada AS, mereka hanya tinggal menunggu perintah dari Kim Jong-un untuk meluncurkan empat roket rudal balistik ke Guam, pulau kecil di Asia Pasifik milik Amerika. Pulau ini juga menjadi pangkalan militer AS, di mana ribuan militer AS tinggal. (asp)