Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 12 September 2017 | 13:22 WIB
  • Bantuan Rohingya Membludak, Dikirim Bertahap ke Bangladesh

  • Oleh
    • Dedy Priatmojo,
    • Agus Rahmat
Bantuan Rohingya Membludak, Dikirim Bertahap ke Bangladesh
Photo :
  • Viva.co.id/Dinia Adrianjara
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

VIVA.co.id – Animo masyarakat Indonesia untuk membantu pengungsi etnis Rohingya yang kabur ke kawasan Bangladesh dari Rakhine State, sangat tinggi. Itu terlihat dari banyaknya bantuan yang akan dikirim.

Bantuan tersebut sudah siap dikirim. Selain dari pemerintah Indonesia, juga dari berbagai elemen masyarakat.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menjelaskan dia sudah berkomunikasi dengan Menlu Bangladesh. Terutama terkait dengan bantuan-bantuan yang akan dikirimkan dari Indonesia ke lokasi pengungsian di negara itu.

"Karena banyaknya minat berbagai pihak yang ingin menyumbang, maka kemungkinan besar bantuannya akan diterbangkan ke Bangladesh tidak cukup hanya satu sortir, ada sortir kedua dan sebagainya," kata Menlu Retno di Istana Negara, Jakarta, Selasa 12 September 2017.

Untuk memperlancar bantuan kiriman dari Indonesia, Retno mengatakan tim sudah berada di lokasi. Terutama untuk memperlancar pendaratan di daerah yang dekat dengan lokasi pengungsian etnis Rohingya.

Nantinya, pesawat akan mendarat di daerah Chittagong, Bangladesh, yang jaraknya sekitar 170 km dari lokasi pengungsian. "Ground team kita sudah ada, cleareance untuk flight dan sebagainya sedang diurus," katanya.

Dalam waktu dekat ini, kloter pertama bantuan dari pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk Rohingya, akan diterbangkan. Namun, Ia belum menyebutkan waktu tepatnya.

Apa saja yang dibutuhkan, Retno mengatakan pihaknya bekerjasama dengan otoritas Bangladesh. Mengenai kebutuhan apa yang mendesak untuk para pengungsi tersebut.

"Hal yang paling utama yang mereka butuhkan saat ini adalah antara lain, beras, selimut, pakaian, alat kebersihan misalnya sabun sampo, kemudian baju anak-anak dan lain-lain. Jadi dalam mengirimkan bantuan sekali lagi, kita kirimkan bantuan sesuai apa yang diperlukan di lapangan saat ini," ujar Retno.