Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 13 September 2017 | 16:17 WIB
  • RS Bangladesh Kewalahan Tangani Pengungsi Rohingya

  • Oleh
    • Endah Lismartini
RS Bangladesh Kewalahan Tangani Pengungsi Rohingya
Photo :
  • VIVA.co.id/SOS ACT Dok
Pengungsi dari etnis Rohingya di Rakhine State yang melarikan diri ke Bangladesh, melalui jalan yang lembab dan sungai kotor.

VIVA.co.id – Aksi kekerasan yang meletus di Rakhine, Myanmar, sejak akhir Agustus lalu mengakibatkan terjadinya gelombang pengungsi besar-besaran ke Bangladesh. Banyak pengungsi datang dalam keadaan luka parah.

Rumah Sakit Sadar, adalah salah satu fasilitas kesehatan utama di Cox's Bazaar, sebuah wilayah yang jadi tempat penampungan pengungsi Rohingya. Setiap hari, sekitar 20 dokter bertanggungjawab untuk menangani ratusan pasien. Tapi, dua pekan terakhir, jumlah pasien yang datang meningkat dua kali lipat.

Para dokter juga harus berhadapan dengan pasien yang datang dengan luka-luka akibat tembakan, trauma pukulan benda tumpul, juga luka tusukan. "Sebelumnya, kami tak pernah melihat luka-luka akibat kekerasan seperti ini," ujar Dr. Shaheen Abdur Rahman Choudury, kepala rumah sakit Sadar, seperti dikutip dari The Washington Post, 11 September 2017.

Eksodus etnis Rohingya dari Myanmar mulai terjadi akhir Agustus lalu. Pekan pertama, rumah sakit Sadar merawat 30 pasien karena luka tembak. Di pekan kedua, mereka menerima 50 pasien, dan jumlah itu terus bertambah setiap pekan. Rumah sakit akhirnya memutuskan untuk membuat area tersendiri khusus menampung pengungsi Rohingya yang terluka.

Dokter Choudhury mengaku khawatir pada para pengungsi yang terluka dan terpaksa mengarungi sungai-sungai kotor  dan berjalan di udara yang lembap saat melarikan diri. Apa lagi jika sepanjang jalan mereka  tidak mendapat perhatian medis. Dia mengatakan bahwa rumah sakitnya akan membutuhkan lebih banyak bantuan dan uang jika mereka ingin mengatasi apa yang saat ini terjadi di depan mata mereka. (mus)