Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 14 September 2017 | 10:49 WIB
  • Kota-kota Rusia Dihantui Teror Bom, Evakuasi Massal Terjadi

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Kota-kota Rusia Dihantui Teror Bom, Evakuasi Massal Terjadi
Photo :
  • REUTERS/Sergei Karpukhin
Polisi berjaga di pusat Kota Moskow

VIVA.co.id – Lebih dari 45 ribu orang telah dievakuasi dari 200 fasilitas di 29 kota di Rusia setelah banyaknya telepon ancaman bom anonim dalam kurun waktu tiga hari terakhir. Hal ini menimbulkan spekulasi adanya campur tangan asing dalam kekacauan tersebut.

Pekan ini, 15 ribu orang dievakuasi dari berbagai fasilitas di Moskow, setelah ancaman bom terjadi di 12 pusat perbelanjaan, tiga stasiun kereta api, dan empat universitas. Penelepon anonim diketahui menelepon layanan darurat dan mengatakan telah meletakkan perangkat peledak di tempat-tempat tersebut.

Sejak 11 September 2017, orang-orang di puluhan sekolah, universitas, mal, stasiun kereta api, bandara, dan kantor pemerintah telah dievakuasi serta diperiksa oleh petugas berwenang di kota-kota besar di Rusia mulai dari Kaliningrad di barat hingga Vladivostok di timur Jauh.

Menurut kantor berita Meduza sebagaimana dilansir Telegraph, Kamis 14 September 2017, belum ditemukan jejak alat peledak di gedung mana pun pascateror dilancarkan. Seorang sumber mengatakan, evakuasi massal ini dipicu oleh adanya konspirasi ancaman serangan teror yang didalangi asing.

Kantor berita RIA Novosti yang dikelola pemerintah Rusia mengutip sumber anonim yang mengklaim bahwa panggilan ancaman bom adalah "kerjaan Ukraina".

Namun, beberapa outlet berita regional mengutip pejabat militer yang berpendapat bahwa evakuasi tersebut merupakan bagian dari latihan antiteror Rusia yang dilakukan dalam persiapan penyelenggaraan Piala Dunia 2018.

Sementara itu, ancaman teror terbaru terjadi di Red Square, salah satu tempat wisata utama di Moskow dekat Kremlin. Pihak berwenang saat ini tengah melakukan penyelidikan labih lanjut.

Di beberapa kota di Rusia, penyelidikan telah dibuka atas laporan tindakan teror yang dilakukan dengan disengaja.