Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 14 September 2017 | 10:48 WIB
  • Siswa di AS Menggila Tembaki Sekolah, Satu Orang Tewas

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Siswa di AS Menggila Tembaki Sekolah, Satu Orang Tewas
Photo :
  • Reuters
Ilustrasi peluru.

VIVA.co.id – Seorang siswa yang membawa dua senjata melepaskan tembakan di sebuah sekolah dekat Spokane, Washington, Amerika Serikat pada hari Rabu waktu setempat. Insiden ini menewaskan satu orang siswa dan melukai tiga orang lainnya sebelum pelaku ditangkap seorang staf.

Sherrif Spokane County, Ozzie Knezovich mengatakan, siswa yang tewas saat itu mencoba meyakinkan pelaku untuk tidak mengamuk menggunakan senjata tersebut. Namun nahas, ia justru tewas ditembus timah panas oleh teman sekelasnya sendiri.

Pelaku kemudian menembaki tiga siswa lainnya di lorong lantai dua SMA Freeman tersebut. Sementara korban yang masih hidup, yang diperkirakan masih berusia belasan tahun, kini telah dibawa ke rumah sakit setempat.

Seorang saksi di lokasi penembakan mengatakan, pelaku berjalan di lorong dengan dua pistol tampak berjalan dengan santai sebelum menembaki orang dan langit-langit sekolah.

Saksi juga mengatakan bahwa pelaku yang merupakan seorang laki-laki adalah siswa yang baik dan tidak mungkin melakukan kekerasan. Namun dia mengatakan, pelaku memang baru-baru ini sempat mengunggah sesuatu yang tidak menyenangkan mengenai niatnya di akun media sosial.

Kepolisian menolak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pelaku maupun merinci motivasi siswa tersebut melakukan kekerasan dengan senjata. Namun diduga pelaku sempat mengalami intimidasi.

"Untungnya salah satu senjata yang dibawa macet. Akan lebih buruk jika itu berfungsi. Ini adalah peristiwa tragis dan tidak masuk akal, saya tidak bisa memahaminya," kata Knezovich seperti dikutip Reuters, Kamis 14 September 2017.

Dia mengatakan, seorang anggota staf sekolah bertindak berani menangkap siswa bersenjata tersebut sebelum polisi tiba di tempat kejadian. Pelaku kini ditahan di penjara anak Spokane County.

"Kita perlu mencari tahu apa yang salah di kalangan anak-anak sehingga mereka memutuskan bahwa mereka perlu membawa senjata hanya untuk menangani masalah yang mereka hadapi," ujarnya.