Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 15 September 2017 | 15:22 WIB
  • ARSA Tak Sudi Disebut Berelasi dengan ISIS dan Al Qaeda

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
ARSA Tak Sudi Disebut Berelasi dengan ISIS dan Al Qaeda
Photo :
  • RETUERS/Soe Zeya Tun
Tentara berjaga usai serangan ARSA di Rakhine

VIVA.co.id – Kelompok militan Rohingya Arakan atau ARSA yang melakukan penyerangan terhadap tentara Myanmar akhir Agustus lalu membantah tuduhan keterkaitannya dengan organisasi jihad jaringan internasional.

Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) mengeluarkan sebuah pernyataan melalui akun Twitter yang menolak mereka dihubungkan dengan kelompok teror transnasional di tengah adanya operasi militer Myanmar Burma (Myanmar) di negara bagian Rakhine.

"ARSA merasa perlu untuk memperjelas bahwa kami tidak memiliki hubungan dengan Al Qaeda, ISIS, Lashkar-e-Taiba atau kelompok teroris transnasional dan kami tidak menyambut baik keterlibatan kelompok tersebut dalam konflik Arakan," kata pihak ARSA.

Kelompok jihad Al Qaeda awal pekan ini meminta umat Islam di seluruh dunia untuk "menghukum" Myanmar atas kejahatan terhadap minoritas Muslim Rohingya. Al Qaeda juga menggalang pengumpulan senjata selain bantuan.

"Kami tidak menyambut baik keterlibatan kelompok-kelompok ini dalam konflik Arakan. ARSA meminta negara bagian di wilayah tersebut untuk mencegah teroris memasuki Arakan dan membuat situasi yang sudah buruk menjadi semakin buruk," tulis ARSA sebagaimana diberitakan Asian Correspondent.

Seperti diketahui, pemerintah Myanmar telah secara konsisten menyebut ARSA sebagai kelompok teroris Bengali dan menuduh organisasi bantuan internasional selama ini membantu kegiatan terorisme ARSA.

Pada tanggal 10 September 2017, ARSA mengumumkan gencatan senjata selama satu bulan. Namun pemerintah setempat menyatakan bahwa mereka tidak akan melakukan negosiasi dengan teroris.