Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 2 Oktober 2017 | 12:27 WIB
  • Dua Gadis Perancis Tewas Ditikam, Pelaku Teriakkan Takbir

  • Oleh
    • Bayu Adi Wicaksono,
    • Dinia Adrianjara
Dua Gadis Perancis Tewas Ditikam, Pelaku Teriakkan Takbir
Photo :
  • Repro Instagram
Mayat pelaku penembakan dua gadis di Marseille, Perancis.

VIVA.co.id – Dua wanita muda di Perancis ditikam hingga tewas oleh seorang pria tak dikenal di kota pelabuhan sebelah selatan Marseille, Minggu, 1 Oktober 2017, waktu setempat. Polisi mengatakan, pelaku sempat meneriakkan takbir dengan kalimat 'Allahu Akbar' saat menyerang kedua wanita tersebut.

Dilansir Reuters, Selasa, 2 Oktober 2017, sumber polisi mengungkapkan bahwa dua korban berusia 17 dan 20 tahun itu ditikam saat sedang berada di stasiun kereta api utama Marseille. Salah satu korban ditusuk di bagian leher, sementara yang lainnya ditikam di bagian dada dan perut.

Seorang saksi mengatakan, dia melihat seorang pria mengambil pisau dari lengan bajunya dan kemudian menusuk seorang gadis muda dan disusul dengan wanita lainnya. Saat melakukan tindakan tersebut, pelaku meneriakkan kata 'Allahu Akbar'.

Menteri Dalam Neger Gerard Collomb mengatakan, pelaku mulanya membunuh seorang wanita dan terlihat melarikan diri sebelum kembali menyerang wanita kedua. Ia kemudian bergegas ke arah tentara pasukan Sentinelle yang tiba di tempat kejadian dengan cepat dan menembaknya sampai mati.

Sentinelle merupakan sebuah pasukan yang dikerahkan di seluruh negeri sebagai bagian dari keadaan darurat yang diumumkan setelah serangan ISIS yang dimulai di Prancis sejak dua tahun lalu.

Polisi menyebutkan pelaku membawa pisau potong daging. Pelaku diperkirakan berumur sekitar 30 tahun dan berpenampilan seperti orang Afrika. Sementara itu, militan ISIS melalui kantor berita Amaq mengaku bertangung jawab atas serangan tersebut.

"Hingga kini kami terus berupaya menghindari kejadian seperti itu (di Marseille). Saya pikir ini adalah serangan teroris dan individu yang terbunuh tampaknya memiliki beberapa identitas," kata Wali Kota Marseille, Jean-Claude Gaudin. (hd)