Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 4 Oktober 2017 | 14:44 WIB
  • Kisruh Katalunya, Raja Spanyol Angkat Bicara

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dinia Adrianjara
Kisruh Katalunya, Raja Spanyol Angkat Bicara
Photo :
  • Reuters
Raja Spanyol Felipe VI berpidato di televisi soal referendum Katalunya.

VIVA.co.id – Krisis politik di Spanyol yang menjurus pada perpecahan membuat raja Spanyol cemas. Ia turun tangan dan bicara langsung di televisi menanggapi kekisruhan.

Raja Spanyol Felipe VI menuding pemimpin separatis Katalunya telah menghancurkan prinsip-prinsip demokrasi dan memecah masyarakat Katalunya. Hal ini diungkapkan menyusul ribuan orang yang turun ke jalan untuk demonstrasi, menentang tindakan keras polisi yang melarang dilakukannya referendum kemerdekaan.

Pidato Raja Spanyol yang disiarkan melalui televisi, seperti diberitakan oleh Reuters, merupakan sebuah intervensi yang langka dilakukan oleh raja berusia 49 tahun itu. Biasanya, raja tidak pernah ikut campur dalam urusan politik.

Namun, dengan kemunculan tersebut menjadi pertanda seberapa dalam Spanyol terguncang oleh suara Katalunya dan tindakan keras polisi yang melukai 900 orang.

Selasa kemarin, puluhan ribu orang Katalunya berdemonstrasi di jalan-jalan wilayah timur laut, melawan tindakan polisi yang mencoba mengganggu pemungutan suara pada akhir pekan lalu. Polisi Spanyol mengambil tindakan keras pada demonstran dengan menembakkan peluru karet dan memukul kerumunan orang dengan pentungan.

Referendum Katalunya dan akibatnya telah membuat Spanyol terjerumus dalam krisis konstitusional terburuk dalam beberapa dasawarsa. Hal ini juga menjadi ujian politik bagi Perdana Menteri Mariano Rajoy, seorang konservatif yang mengambil sikap keras terhadap isu ini.

Pemimpin Katalunya, Carles Puigdemont, mengatakan bahwa wilayah tersebut akan mendeklarasikan kemerdekaannya dalam hitungan hari.

Katalunya, wilayah terkaya di Spanyol, memiliki bahasa dan budayanya tersendiri. Dalam beberapa tahun terakhir wilayah tersebut terus menggerakkan politik untuk memisahkan diri.