Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 5 Oktober 2017 | 12:41 WIB
  • Pengakuan Kekasih Pelaku Pembantaian Las Vegas

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Pengakuan Kekasih Pelaku Pembantaian Las Vegas
Photo :
  • Las Vegas Metropolitan Police Department/Handout via REUTERS
Danley, kekasih pelaku penembakan di Las Vegas

VIVA.co.id – Kekasih pelaku penembakan brutal di Las Vegas mengaku tidak mengetahui rencana serangan tersebut. Marilou Danley mengatakan, kekasihnya selama ini adalah pribadi yang tenang dan penuh perhatian.

Dalam komentar publik pertamanya mengenai penembakan di sebuah konser musik country yang menewaskan 58 orang dan melukai ratusan orang lainnya, Danley masih berharap memiliki masa depan bersama si pelaku yang bernama Stephen Paddock.

Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh pengacaranya, Matthwe Lombard, Danley mengatakan bahwa dia tak tahu sama sekali soal aksi beringas tersebut.

"Saya mengenal Stephen Paddock sebagai orang yang baik hati, peduli dan pendiam. Saya mencintainya dan berharap untuk masa depan yang tenang bersama dia," kata Danley.

"Dia tidak pernah mengatakan apa pun kepada saya atau melakukan tindakan yang menjadi peringatan bahwa sesuatu yang akan mengerikan seperti ini akan terjadi," ujarnya lagi seperti dikutip Channel News Asia, Kamis, 5 Oktober 2017.

Danley mengatakan, dua minggu yang lalu, Paddock memberitahunya bahwa ia telah membelikan tiket untuk Danley agar Danley bisa mengunjungi keluarganya di Filipina dan Paddock telah mengirimkan uang untuk membeli rumah di sana.

"Tidak pernah terpikir oleh saya bahwa dia merencanakan kekerasan terhadap siapa pun," ujarnya.

Pihak berwenang AS masih terus menelusuri cara pelaku berusia 64 tahun itu bisa mengangkut berbagai senjata ke kamar hotelnya. Penyidik juga mengatakan bahwa penembakan tersebut telah direncanakan dengan matang karena ditemukan kamera di satu lubang intip pintu kamar hotelnya dan dua lagi berada di lorong.

Belakangan kekasihnya yang bernama Danley juga menjadi sorotan karena dianggap berpotensi terlibat dalam aksi kejam itu.