Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 6 Oktober 2017 | 11:59 WIB
  • Viral, Foto Polwan Susui Bayi Terdakwa Tuai Pujian

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Viral, Foto Polwan Susui Bayi Terdakwa Tuai Pujian
Photo :
  • Al Arabiya.
Polwan di China susui bayi tersangka.

VIVA.co.id – Seorang polwan di China menyentuh hati publik ketika memutuskan menyusui bayi dari seorang terdakwa. Sebelumnya ia meminta izin ibu si bayi yang sedang menjalani persidangan untuk memberi asi.

Saat kejadian, polisi wanita bernama Lina Hao itu sedang mendampingi ibu si bayi di persidangan dalam pengadilan di Provinsi Shanxi. Ibu tersebut membawa serta bayinya yang berusia empat bulan. Saat persidangan masih berjalan, bayi tersebut menangis. Ia tak berhenti menangis sementara ibunya masih duduk di kursi persidangan.

Lina yang tak tega mendengar suara bayi  akhirnya menghampiri ibunya di kursi pesakitan. Ia meminta izin agar diperbolehkan menyusui bayi itu. Terdakwa mengiyakan permintaan polisi tersebut. Lina lalu membawa bayi ke ruangan lain, dan mulai menyusuinya. Usaha Lina berhasil, tangisan keras itu terhenti. Seorang kawan Lina, sesama polwan, memotret Lina saat menyusui dan mengunggahnya ke media sosial. Foto tersebut menjadi viral dan ucapan simpati mengalir deras untuk Lina.

Kepada media di China, polwan dengan rambut berponi itu mengaku juga baru melahirkan. "Bayi itu terus menangis, dan kami semua mulai khawatir. Saya baru melahirkan. Saya bisa merasakan betapa resahnya sang ibu. Jadi yang saya lakukan adalah saya memberikan yang terbaik untuk memberikan rasa nyaman pada bayi tersebut," ujar Lina seperti dikutip dari Global Times.

Ia menambahkan, bukan hanya dia, tapi polisi wanita yang lain juga bisa saja melakukan hal yang ia lakukan. "Jika saya adalah ibu bayi itu, tentu saya sangat berharap ada seseorang yang bisa menenangkan anak saya sementara saya menjalani persidangan," kata Lina.

Ibu bayi tersebut adalah salah seorang dari 34 terdakwa dari jaringan pelaku penggalangan dana palsu. Ia akhirnya divonis bersalah dengan tuduhan penipuan, penggelapan, dan menyembunyikan keuntungan ilegal. (hd)