Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 6 Oktober 2017 | 14:14 WIB
  • Libur Hanya Sehari Sebulan, Jurnalis Muda Jepang Meninggal

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Libur Hanya Sehari Sebulan, Jurnalis Muda Jepang Meninggal
Photo :
  • CNBC
Bursa Jepang

VIVA.co.id – Jepang lagi-lagi harus menghadapi permasalahan di budaya kerja setelah penyelidikan Inspektorat Ketenagakerjaan menyatakan bahwa kematian seorang wartawan berusia 31 tahun yang bekerja di kantor berita NHK disebabkan kelebihan jam kerja.

Miwa Sado yang bekerja di kantor pusat penyiaran di Tokyo bekerja sudah 159 jam dan hanya libur selama dua hari dalam dua bulan. Hal ini menyebabkan kematiannya dengan pemicu gagal jantung pada Juli 2013.

Kematian Sado diperkirakan akan meningkatkan tekanan pada otoritas Jepang untuk menangani kasus-kasus kematian yang dikaitkan dengan jam kerja yang terlalu tinggi.

Pengumuman ini dikeluarkan setahun setelah keputusan serupa mengenai kematian seorang karyawan muda di agen periklanan Dentsu dan memicu perdebatan nasional mengenai sikap Jepang terhadap kebijakan kerja dan
pembatasan waktu lembur.

Matsuki Takahashi saat itu masih berusia 24 tahun saat dia bunuh diri pada April 2015 lalu. Standar ketenagakerjaan memutuskan bahwa kematiannya disebabkan stres yang disebabkan oleh jam kerja tinggi. Takahashi bekerja lebih dari 100 jam beberapa bulan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Minggu sebelum dia meninggal, dia menulis di media sosial, "Saya ingin mati. Saya hancur secara fisik dan mental."

Lebih dari 2.000 orang Jepang bunuh diri karena stres yang berhubungan dengan pekerjaan dalam beberapa tahun hingga 2016. Menurut pemerintah, puluhan korban lainnya meninggal karena serangan jantung, stroke dan
kondisi lainnya yang juga merupakan akibat terlalu keras bekerja.

Menurut surat kabar nasional Jepang, 22,7 persen perusahaan yang disurvei antara bulan Desember 2015 dan Januari 2016 mengatakan beberapa karyawan mereka bekerja lebih dari 80 jam lembur setiap bulan.