Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 6 Oktober 2017 | 15:28 WIB
  • Menyentuh, Anak Ini Donorkan Sumsum Tulang demi Adiknya

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Menyentuh, Anak Ini Donorkan Sumsum Tulang demi Adiknya
Photo :
  • Al Arabiya.
Ahmed, anak dari Arab Saudi yang sumbang sumsum tulang untuk adiknya.

VIVA.co.id –  Seorang anak laki-laki Saudi bernama Ahmed Rakan Al-Shammari mendapat Medali Keberanian dari Mayo Clinic di Rochester, Amerika Serikat. Ia mendapat penghargaan karena keberaniannya menyumbangkan sumsum tulang untuk adik kandungnya.

Ahmed Rakan Al-Shammari memiliki adik laki-laki, Ziyad Al Shammari, yang mengidap leukimia. Ziyad sudah menjalani pengobatan di negaranya hingga kemoterapi, namun upaya itu tidak berhasil.

Rakan al-Shammari, ayah kedua anak tersebut, lalu memutuskan membawa keluarganya ke Amerika Serikat untuk mendapatkan pengobatan. Ziyad dipindahkan ke Mayo Clinic, di mana semua anggota keluarga Al-Shammari melakukan tes untuk menemukan donor sumsum tulang yang paling potensial.

Dari hasil tes, ternyata Ahmed adalah pasangan yang cocok untuk Ziyad. Ibu Ahmed awalnya enggan karena dia takut akan konsekuensi operasi semacam itu. Namun ketahanan dan desakan Ahmed untuk menyumbangkan sumsum tulangnya kepada adik laki-lakinya meyakinkan kedua orang tuanya.

Sebelum operasi, tim medis juga memeriksa Ahmed. Para dokter juga berbicara pada Ahmed dan mengatakan bahwa dia sama sekali tidak berkewajiban untuk melanjutkan operasi atau untuk menyumbangkan sumsum tulang, namun jawaban anak laki-laki tersebut benar-benar meyakinkan tim medis tersebut. 

"Jika saudara laki-laki saya membutuhkan hal lain saat saya menjalani anestesi, silakan bawa," ujar anak berusia 12 tahun itu seperti dikutip dari Al Arabiya.

Hingga di ruang operasi, tim medis yang mengajak penerjemah, mengulangi kalimat mereka pada Ahmed. Dan ketika mereka bertanya kepada Ahmed apakah dia menginginkan sesuatu sebelum diberi anestesi, jawabannya tetap sama. 

"Ya, jika saudara laki-laki saya memerlukan hal lain sementara dan saya masih dalam pembiusan, tolong ambil dan jangan mengembalikannya kepada saya," katanya.

Menurut cerita penerjemah, jawaban Ahmed membuat tim operasi menangis. Bahkan beberapa di antaranya sempat keluar ruangan untuk menghentikan tangis mereka.
 
Operasi akhirnya dilakukan pada Kamis pekan lalu. Sang ayah menambahkan operasi tersebut berhasil dengan rahmat Tuhan dan menganggapnya sebagai pertanda baik. Dia juga memastikan bahwa kesehatan Ahmed berada dalam kondisi baik, dan Ahmed sudah meninggalkan rumah sakit. Sementara Ziyad masih dalam perawatan intensif.

Rakan mengatakan, masih butuh 100 hari untuk Ziyad menjalani perawatan maksimal, "Jadi kami akan tinggal di Amerika selama tiga bulan untuk meyakinkan kesehatan Ziyad."

Keberanian dan kepedulian Ahmed membuat Mayo Clinic memberikan medali keberanian untuk Ahmed, karena di usianya yang masih belia ia telah merelakan diri untuk menyelamatkan nyawa saudaranya. (ase)