Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 8 Oktober 2017 | 17:50 WIB
  • Kim Jong Un Angkat Saudarinya Jadi Orang Penting di Korut

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Dinia Adrianjara
Kim Jong Un Angkat Saudarinya Jadi Orang Penting di Korut
Photo :
  • Reuters/Damir Sagolj/File Photo
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan saudarinya Kim Yo Jong (kanan)

VIVA.co.id – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menegaskan senjata nuklirnya merupakan ‘alat jera’ yang sangat kuat untuk menjamin kedaulatan negaranya. Bagi dia, senjata nuklir tersebut berfungsi untuk melindungi perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea.

Dalam pertemuan Komite Sentral Partai Buruh, media pemerintah setempat melaporkan, Kim tengah menghadapi situasi internasional yang ‘sangat rumit’.

Salah satu keputusan terbaru yang dikeluarkan Korea Utara adalah pengangkatan saudari Kim Jong Un, bernama Kim Yo Jong. Dia diangkat menjadi anggota politbiro, atau badan pembuat keputusan tertinggi yang ada di Korea Utara.

Kenaikan Kim Yo Jong membuat wanita itu menjadi satu-satunya anggota berusia 30-an tahun selain Kim Jong Un, yang posisinya berpengaruh dalam pemerintahan. 

Selain itu, kenaikan Kim Yo Jong juga telah menjadi pengganti salah satu bibi dari Kim Jong Un, Kim Kyong Hee, yang telah menjadi pengambil keputusan utama ketika mantan pemimpin Korut, Kim Jong Il masih hidup.

"Ini menunjukkan bahwa portofolionya jauh lebih substantif daripada yang diyakini sebelumnya. Ini adalah konsolidasi lebih lanjut dari kekuatan keluarga Kim," kata Michael Madden, seorang pakar Korea Utara, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu 8 Oktober 2017.

Januari lalu, Amerika Serikat menempatkan Kim Yo Jong bersama dengan pejabat Korut lainnya karena pelanggaran hak asasi manusia yang parah.

Sementara itu, Kim Jong Sik dan Ri Pyong Chol, dua dari tiga orang di belakang program rudal Kim, juga dipromosikan.

Menteri luar negeri Korea Utara Ri Yong Ho, yang menamai Donald Trump sebagai ‘Presiden Evil’ dalam sebuah pidato bombastis ke Majelis Umum PBB bulan lalu, dipromosikan menjadi anggota dewan suara berpendidikan penuh.

"Ri sekarang bisa diidentifikasi sebagai salah satu pembuat kebijakan utama Korea Utara," kata Madden. (ren)