Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 14:57 WIB
  • Donald Trump Mau Kunjungi Perbatasan Korut-Korsel

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Donald Trump Mau Kunjungi Perbatasan Korut-Korsel
Photo :
  • REUTERS/Carlos Barria
Presiden Donald Trump dan Presiden Korsel, Moon Jae-in, di Gedung Putih.

VIVA.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tengah mempertimbangkan kunjungan ke zona demiliterisasi atau DMZ perbatasan dengan Korea Utara selama kunjungannya yang akan datang ke Korea Selatan.

DMZ yang telah memisahkan kedua wilayah Korea sejak akhir perang 1953 merupakan salah satu kandidat situs tur untuk Trump selama di Asia. Dia juga akan mengunjungi Jepang, China, Vietnam dan Filipina.

Gedung Putih juga telah mengirim tim pejabat tingkat tinggi ke Korea Selatan akhir bulan lalu untuk melihat kemungkinan penyertaan lokasi itu dalam rencana perjalanan Trump.

Kunjungan Trump diharapkan mengirim sebuah pesan yang kuat ke Korea Utara.

"Trump kemungkinan akan melakukan hal seperti itu dan ajudannya membuat persiapan yang cukup relevan," kata seorang sumber kepada kantor berita Yonhap sebagaimana diberitakan The Guardian, Rabu, 11 Oktober 2017.

Jika kunjungan ke lokasi itu berlanjut, Trump dimungkinkan akan menghabiskan waktu di desa gencatan senjata Panmunjom dan sebuah pos pengamatan di dalam DMZ. Namun Gedung Putih belum berkomentar mengenai informasi ini.  

Trump akan mengikuti jejak Barack Obama yang mengintip Korea Utara melalui teropongnya saat melakukan kunjungan ke "perbatasan kebebasan" pada tahun 2012. Sementara Bill Clinton menggambarkan bidang tanah seluas 2,5 mil yang luasnya 155 mil itu sebagai tempat paling menakutkan di bumi saat ia berkunjung pada tahun 1993.

DMZ merupakan batas daratan dan maritim yang memisahkan Korea Utara dan Selatan yang telah menjadi titik krusial sejak semenanjung itu terbelah dua lebih dari 60 tahun yang lalu. Namun DMZ merupakan daya tarik wisata yang populer. Meski kehadiran Trump akan bisa dianggap sebagai tindakan provokatif oleh Pyongyang.

Wisatawan saat berada di DMZ biasanya diizinkan untuk mengambil foto-tentara yang berada di sisi lainnya. Namun turis biasanya diinstruksikan untuk tidak mencoba berbicara kepada tentara maupun memberi isyarat ke arah mereka. (ren)