Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:26 WIB
  • Angkatan Laut India Pecat Anggota karena Transgender

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Angkatan Laut India Pecat Anggota karena Transgender
Photo :
  • Times of India
Sabi, transgender India yang dipecat dari Angkatan Laut India.

VIVA.co.id – Angkatan Laut India memecat anggota mereka setelah melakukan operasi ganti kelamin. Menurut Angkatan Laut, status gendernya tak sesuai dengan saat ia direkrut.

Melalui pernyataan resminya, Angkatan Laut India mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan aturan dan regulasi yang membuat anggota mereka tak bisa lagi meneruskan pekerjaannya karena 'perubahan gender permanen.'

Sabi, sebelumnya bernama Manish Giri, mengatakan, ia akan mengajukan gugatan ke pengadilan militer terkait pemecatannya. Kasus Sabi memicu perdebatan keras soal hak transgender di India, yang secara legal telah diakui sebagai gender ketiga.

Sabi bergabung dengan Angkatan Laut India pada 2010. Ia melakukan operasi perubahan gender pada akhir 2016 ketika cuti.

Saat Sabi kembali bekerja, ia mengungkapkan, hanya dimasukkan ke bangsal psikiatri selama hampir lima bulan. "Rasanya seperti di penjara," ujar Sabi seperti disampaikan kepada BBC India, Selasa 10 Oktober 2017.

Sabi bergabung kembali dengan Angkatan Laut pada April, dan ia menerima surat pemecatan yang membebaskannya dari semua tugas pada 6 Oktober 2017.

"Individu memilih untuk menjalani pertukaran gender yang tidak dapat dipulihkan sesuai dengan keinginannya, sementara saat cuti dengan sengaja mengubah status gendernya dari status pada saat dia direkrut hingga saat dia diinduksi," demikian kalimat yang disampaikan pihak Angkatan Laut India dalam sebuah pernyataan mengenai pemecatan Sabi.

Pada 2012, Pengadilan India memutuskan bahwa tidak ada aturan hukum yang bisa menghalangi seorang dewasa untuk melakukan operasi penggantian jenis kelamin. Dan dalam sebuah keputusan penting pada 2014, Mahkamah Agung India juga mengakui orang-orang transgender sebagai warga berjenis kelamin ketiga.

"Saya bukan penjahat, saya tidak melakukan kesalahan apa pun, saya hanya mengungkapkan identitas sejati saya," kata Sabi. Ia pun menambahkan, akan memperjuangkan "keadilan".

Tetapi ahli hukum mengatakan bahwa orang transgender di India berada dalam situasi yang aneh. Di satu sisi, mereka dikenali dan dilindungi secara hukum di bawah konstitusi. Namun, di sisi lain mereka bisa dinilai melanggar undang-undang jika dengan sengaja memiliki hubungan sesama jenis.

Menurut undang-undang era kolonial 153 tahun, hubungan sesama jenis adalah "pelanggaran tidak wajar" dan dapat dikenai hukuman 10 tahun penjara.