Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 06:00 WIB
  • Nenek Tewas Gara-gara Kurir Apotek Salah Kirim Morfin

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Nenek Tewas Gara-gara Kurir Apotek Salah Kirim Morfin
Photo :
  • pixabay/tlspamg
Ilustrasi obat.

VIVA.co.id – Seorang nenek yang sedang mengalami gejala kebutaan, meninggal dunia setelah mengonsumsi obat yang dikirim seorang petugas pengiriman farmasi. Petugas keliru memberi morfin yang sebenarnya ditujukan untuk tetangga si nenek yang keduanya memiliki nama belakang identik.

Christina Ann Fletcher, berusia 58 tahun, mengonsumsi obat tersebut dan mengalami overdosis setelah obat itu diberikan kepadanya. Padahal obat itu seharusnya diberikan kepada Ann Fletcher, pasien Alzheimer yang tinggal berjarak empat rumah dari tempat tinggal si korban.

Yang membuat fatal, kedua wanita tersebut adalah pasien di apotek yang sama. Kurir pengantar pada saat itu tidak meminta Christina Fletcher untuk mengonfirmasi nama lengkap dan alamatnya atau menandatangani resep saat memberikan obat.

Korban menderita kondisi turun-temurun yang membuat matanya hampir buta. Jenazahnya kemudian ditemukan oleh petugas polisi setelah teman dan keluarganya tak bisa menghubunginya.

Christina Fletcher yang pernah bekerja sebagai perawat juga pernah dirawat karena epilepsi, depresi dan kecemasan. Dia lalu mengonsumsi berbagai resep obat, termasuk antiepilepsi.

Sementara pengiriman obat berakibat maut itu tiba di rumahnya di King Street, Heywood di Greater Manchester, Inggris, delapan hari sebelum dia meninggal. Staf di Manchester Road lantas baru menyadari kesalahan mereka seminggu kemudian pada 12 Agustus 2017 ketika putri Ann Fletcher menelepon dan mengatakan bahwa ibunya tidak pernah menerima obat yang sudah dipesan.

Sepanjang hari staf berulang kali berusaha menghubungi Christina Fletcher, menelepon ayahnya dan mencoba menghubungi putranya Ian sebelum akhirnya menelepon polisi.

Petugas lalu memasuki rumah bertingkatnya dan menemukan tubuh Christina Fletcher. Andrew Watkins, si kurir juga sudah mengaku bahwa dia memberikan resep kepada orang yang salah.

"Saya saat itu mungkin lagi tak konsentrasi," ujar Watkins dilansir Dailymail.

Putra Christina Fletcher, Ian, tak ingin menyalahkan Watkins meski dia menyesalkan keteledoran si kurir. (ase)