Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 2 November 2017 | 12:16 WIB
  • Akui Lakukan Pelecehan, Menteri Pertahanan Inggris Mundur

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dinia Adrianjara
Akui Lakukan Pelecehan, Menteri Pertahanan Inggris Mundur
Photo :
  • REUTERS/Stefan Wermuth
Menteri Pertahanan Inggris Michael Fallon mundur karena isu pelecehan seksual.

VIVA – Menteri Pertahanan Inggris, Sir Michael Fallon mengundurkan diri. Ia menganggap tindakannya di masa lalu tak pantas dilakukan.

Pengunduran diri ini terkait dengan tuduhan pelecehan seksual yang dilakukan oleh kalangan anggota parlemen Inggris. Beberapa pekan terakhir, tuduhan itu mencuat satu demi satu. Fallon menjadi politisi pertama yang mengundurkan diri. Ia mengakui, perbuatannya di masa lalu mungkin tak sesuai dengan standar militer Inggris, yang saat ini ia pimpin.

Dalam surat pengunduran dirinya, Sir Michael mengatakan, "Sejumlah tuduhan telah muncul terkait sejumlah anggota parlemen dalam beberapa hari terakhir, termasuk beberapa tindakan saya di masa lalu."

"Banyak yang merupakan tuduhan palsu, tapi saya menerima bahwa di masa lalu apa yang saya lakukan telah jatuh di bawah standar tinggi yang kita inginkan dari Angkatan Bersenjata yang saya wakili dengan hormat."

Kepada BBC, ia mengatakan, perubahan budaya terus terjadi dan apa yang  dapat diterima 15 atau 10 tahun yang lalu, jelas tidak dapat diterima sekarang." Sir Michael juga menegaskan, pengunduran dirinya merupakan 'hal yang benar' untuk dilakukan.

Ketika ditanya apakah menurutnya dia harus meminta maaf, Fallon berkata: "Saya pikir kita semua harus melihat ke belakang ke masa lalu, selalu ada hal-hal yang Anda sesalkan, yang seharusnya dilakukan dengan cara yang berbeda."

Pengunduran diri Falcon diterima oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May. Ia juga menyatakan penghormatan kepada Sir Michaeil untuk "karirnya yang panjang dan mengesankan di kementerian, yang sempat bertugas di empat Departemen di bawah empat perdana menteri."

Beberapa waktu terakhir di Inggris muncul laporan mengenai berbagai serangan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan para politisi. Perdana Menteri Theresa May mengatakan, diperlukan sebuah "prosedur independen dan berlaku umum untuk menangani pengaduan yang independen" untuk semua pihak yang bekerja di Parlemen. Ia juga mengatakan,  "merupakan hal yang keliru" jika berbagai pihak (partai politik) menerapkan kebijakan yang berbeda-beda.

Sementara itu, Partai Buruh telah meluncurkan sebuah penyelidikan independen atas pengaduan seorang aktivis bahwa dia dikecewakan oleh pejabat partai saat melaporkan dugaan pemerkosaan pada sebuah pesta di tahun 2011. (mus)