Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 11:48 WIB
  • Enaknya di Jepang, Karyawan Tak Merokok Dapat Ekstra Cuti

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Enaknya di Jepang, Karyawan Tak Merokok Dapat Ekstra Cuti
Photo :
  • Pixabay/karosieben
Ilustrasi merokok.

VIVA – Upaya pemerintah Jepang untuk menekan konsumsi tembakau mendapatkan dukungan dari masyarakat dan kalangan bisnis. Banyak perusahaan swasta di Jepang turut memberikan kompensasi bagi karyawannya yang tak merokok.

Salah satunya adalah Piala Inc, sebuah perusahaan pemasaran online berbasis di Tokyo yang ramai dibicarakan sejak September lalu. Perusahaan ini memberi reward berupa cuti ekstra selama enam hari kepada karyawan yang tidak merokok.

"Salah satu staf kami yang tidak merokok awal tahun kemarin menulis pesan di kotak saran perusahaan bahwa asap rokok telah menyebabkan masalah," kata juru bicara perusahaan tersebut seperti diberitakan Asian Correspondent, Jumat, 3 November 2017.

Perusahaan asuransi jiwa, Sompo Japan Nippon Kowa Himawari juga memperkenalkan larangan rokok sepanjang hari di seluruh gerai bisnisnya di seluruh Jepang dan menyubsidi program penghentian rokok.

"Gerakan untuk berhenti merokok telah menyebar di antara staf yang bekerja di bawah pengawasan saya," kata kepala eksekutif, Masayuki Seto.

Menjelang menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang berusaha untuk melepaskan citranya sebagai surga perokok. Hingga saat ini, peraturan merokok di Jepang jauh lebih longgar dibandingkan negara lainnya. Bahkan, China dan Korea Selatan memiliki peraturan lebih ketat terhadap tembakau.

Harga rokok di Jepang relatif lebih murah sekitar 430 yen atau setara dengan Rp50 ribu dan hanya dilabeli dengan peringatan kesehatan sederhana. Sebagai perbandingan, rata-rata harga rokok sebungkus di Prancis sebesar Rp100 ribu dan Rp200 ribu di Australia. (art)