Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 12:38 WIB
  • Vladimir Putin Ditantang Aktris Film Porno untuk Pemilu 2018

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Vladimir Putin Ditantang Aktris Film Porno untuk Pemilu 2018
Photo :
  • VIVA.co.id/Youtube
Presiden Rusia, Vladimir Putin.

VIVA – Seorang mantan bintang porno mengaku siap menantang Presiden Vladimir Putin dalam pemilihan presiden Rusia pada 2018 mendatang. Elena Berkova dari Murmansk di wilayah barat laut Rusia, mengunggah sebuah video lewat akun Instagram-nya yang menguraikan rencana tersebut. Dia dikenal sebagai salah satu eks bintang porno terkenal di negara itu.

Berkova mengatakan bahwa dia ingin memberlakukan hukuman mati untuk pelaku pelecehan seksual dan juga ingin melarang pemakaian rok yang lebih panjang dari 40 Centimeter. Rencana lainnya yaitu dia ingin membuat peraturan yang melarang pria menceraikan pasangannya dan mengenalkan pendidikan seks di sekolah.

"Saya membuat keputusan ini karena baru-baru ini banyak wanita secara aktif ikut serta dalam kampanye presiden," kata Berkova seperti dikutip Metro, Jumat 3 November 2017.

"Beberapa dari mereka berasal dari bisnis pertunjukan, ada yang mencalonkan diri sebagai wali kota Sochi dan mengambil bagian dalam dunia politik. Jadi saya memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Presiden Rusia," lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa dia berencana untuk membuat aturan perceraian agar hampir tidak mungkin dilakukan oleh pria. Belakangan disebutkan banyak wanita menanggung hampir semua tanggung jawab untuk anak-anak setelah perceraian mereka.

"Saya berencana mengenalkan pendidikan seksual di sekolah. Sering kali pemerintah daerah kita masih belum tahu tentang norma hukum seksual dan kebersihan," kata dia.

Berkova akan menjadi kandidat wanita keempat yang mencalonkan diri menantang Putin setelah sebelumnya, seorang sosialita muda berusia 35 tahun juga menyatakan niatnya menjadi calon presiden.

Dia adalah Ksenia A. Sobchak yang menggambarkan diri sebagai kandidat bagi mereka yang menolak status quo dan bisa memberi perlawanan tangguh kepada oposisi. (ren)