Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 13:12 WIB
  • Selama Perang di Mosul, ISIS Eksekusi Mati 741 Warga Sipil

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Dinia Adrianjara
Selama Perang di Mosul, ISIS Eksekusi Mati 741 Warga Sipil
Photo :
  • Reuters/Alaa Marjani
Kota Mosul, Irak

VIVA – Sebanyak 741 warga sipil tewas dieksekusi oleh militan ISIS selama pertempuran dan kekuasaan ISIS di Kota Mosul, Irak. Para jihadis juga diduga melakukan penculikan massal, menggunakan manusia sebagai perisai, dan menargetkan orang-orang yang mencoba melarikan diri.

"Mereka harus bertanggung jawab atas kejahatan keji mereka," kata Kepala Badan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa Bangsa, Zeid Raad Al Hussein dikutip BBC, Jumat, 2 November 2017. 

Namun dia juga meminta agar tuduhan pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan Irak segera diselidiki.

PBB juga mengatakan sebanyak 461 warga sipil lainnya tewas akibat serangan udara koalisi militer Amerika Serikat selama fase pertempuran yang paling intensif yang berlangsung selama periode November 2017 sampai dengan Juli 2017.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Misi Bantuan PBB untuk Irak dan Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, secara total setidaknya 2.521 warga sipil terbunuh dan 1.673 lainnya cedera dalam operasi militer tersebut yang sebagian besar akibat serangan ISIS.

Dilaporkan bahwa pada awal November 2016, di wilayah-wilayah Mosul di bawah kendali ISIS, anggota kelompok tersebut menggunakan pengeras suara mengumumkan bahwa penduduk daerah yang direbut kembali oleh pasukan keamanan Irak dianggap sebagai target sah untuk dibunuh akibat kegagalan mereka untuk melawan pasukan.

Zeid mengatakan selama operasi untuk merebut kembali kota Mosul, ribuan warga sipil menjadi korban pelanggaran HAM.

"Pembunuhan warga sipil, penderitaan yang ditimbulkan pada keluarga dan penghancuran harta benda yang tidak dapat ditolerir dalam konflik bersenjata. Mereka semua harus bertanggung jawab atas kejahatan keji mereka," katanya. (ren)