Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 12:52 WIB
  • Ada Nama Prabowo Subianto di Bocoran Dokumen Paradise Papers

  • Oleh
    • Ezra Natalyn,
    • Reza Fajri
Ada Nama Prabowo Subianto di Bocoran Dokumen Paradise Papers
Photo :
  • Reza Fajri - VIVA.co.id
Prabowo Subianto usai mendaftarkan Partai Gerindra ke Kantor KPU Pusat.

VIVA – Dokumen terkait lokasi penyimpanan uang para miliarder dan perusahaan multinasional dengan suaka pajak kembali menyita perhatian. Kali ini dengan sebutan Paradise Papers. Salah satu nama yang dikabarkan ada dalam dokumen itu adalah nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menanggapi soal laporan tersebut.

"Saya kira kalau ada nama seperti itu mungkin ada listing saja. Pak Prabowo ada namanya atau tidak, saya juga tidak tahu. Tapi tidak pernah ada aktivitas apa pun terkait bisnis usaha," kata Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin, 6 November 2017.

Fadli juga menilai Prabowo tidak terkait Nusantara Energy Resources, perusahaan yang disebut-sebut pernah dipimpin oleh Prabowo dan bagian dari Nusantara Group. 

"Yang saya tahu apa yang disebut Nusantara Energy Resources Limited itu tak ada kaitan dengan Pak Prabowo. Memang ada entitas itu dulu dibentuk. Saya tidak ingat persis tahunnya, apakah 1999, 2000, 2001 ya ketika itu. Tapi setahu saya sejak didirikan tak pernah ada aktivitas apa pun," ujar Fadli. 

Mengenai apakah Prabowo akan mengklarifikasi hal ini, Wakil Ketua DPR tersebut belum bisa memastikannya. Prabowo kata dia tengah berada di luar negeri. 

"Nanti kami tanyakan. Yang saya tahu apa yang dicantumkan di situ Pak Prabowo tak terlibat. Tak ada aktivitas sama sekali," kata Fadli. 

Diketahui, di dokumen itu terdapat nama para tokoh dunia, perusahaan multinasional dan para selebritas yang menyimpan uangnya di negara-negara suaka pajak, termasuk menginvestasikan uang mereka melalui perusahaan offshore. Total disebutkan ada 120 nama politikus dunia dalam daftar yang dipublikasikan International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) itu. (ase)