Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 14:57 WIB
  • Nama Anak-anak Soeharto juga Ada di Paradise Papers?

  • Oleh
    • Ezra Natalyn
Nama Anak-anak Soeharto juga Ada di Paradise Papers?
Photo :
  • Antara/ May
Tommy Soeharto

VIVA – Bocornya dokumen Paradise Papers yang sejenis dengan Panama Papers memuat sejumlah nama figur Indonesia di dalamnya. Dikutip dari publikasi di web resmi International Consortium of Investigative Journalist (ICIJ) disebutkan nama dua anak mantan Presiden Soeharto yaitu Tommy Soeharto dan Siti Hutami Endang Hadiningsih atau Mamiek Soeharto.

Dalam bocoran data Paradise Papers yang pertama kali dirilis oleh koran Jerman tersebut, Tommy disebutkan memimpin Humpuss Group dan merupakan Direktur Utama Asia Market Investments Ltd. Perusahaan itu terdaftar di Bermuda pada tahun 1997 dan kemudian ditutup pada tahun 2000.

Dalam daftar klien firma Appleby yang bocor, nama Tommy juga dikaitkan dengan Asia Market Investments dan V’Power Corp, perusahaan teregistrasi di Bahama yang disebut memiliki saham di perusahaan produsen mobil sport Italia, Lamborghini.

Sementara Mamiek disebutkan merupakan Vice President perusahaan Golden Spike Pasiriaman Ltd yang disebut memiliki Golden Spike South Sumatra. Perusahaan itu pernah didaftarkan di Bermuda pada tahun 1990-an dan pada saat ini telah ditutup.

Namun ICJC menyatakan, hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan baik dari pihak Tommy maupun Mamiek melalui mitra media mereka di Indonesia.

Selain nama dua orang tersebut, nama Prabowo Subianto juga disebutkan ada dalam daftar klien firma di negara-negara suaka pajak. Nama lainnya adalah Sandiaga Uno dan Thomas Lembong.

Dokumen yang berisi tentang tax haven, lokasi penyimpanan uang para miliarder dan perusahaan multinasional dengan suaka pajak terungkap setelah data tersebut bocor dari dua firma Appleby dan Asiaciti Trust. Data yang sangat banyak tersebut berisi nama-nama tokoh dunia, politikus, pejabat, pengusaha, selebriti hingga olahragawan yang disebutkan menyimpan uang maupun berinvestasi secara offshore di negara suaka pajak seperti Karibia, Cayman Island dan Bermuda. (one)