Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 05:50 WIB
  • 07-11-1944: Pahlawan Soviet Mata-mata Wahid Digantung Jepang

  • Oleh
    • Ezra Natalyn
07-11-1944: Pahlawan Soviet Mata-mata Wahid Digantung Jepang
Photo :
  • commons.wikimedia.org
Tentara Uni Soviet memasuki Berlin, ibu kota Jerman, jelang akhir Perang Dunia Kedua.

VIVA – Hari ini, 7 November pada 73 tahun silam, riwayat mata-mata andal Uni Soviet, Richard Sorge berakhir di tiang gantungan Jepang. Kedok Sorge yang disebut sebagai master figur mata-mata itu terungkap pada 18 Oktober 1941. Dia kemudian ditahan dan akhirnya digantung pada 1944.

Dikutip dari laman History.com, Sorge yang merupakan pria berdarah Rusia dan Jerman itu biasanya menjadi jurnalis Jerman dalam melakukan misinya. Dia yang membangun lingkaran informasi mata-mata tentang Jepang dan Jerman, kemudian mengirimkannya kepada Soviet pada era Perang Dunia I.

Sorge menempuh pendidikan cukup tinggi bahkan meraih gelar doktor dalam bidang politik dari Universitas Hamburg. Dia kemudian bergabung dalam Partai Komunis Jerman pada 1919 dan kemudian berangkat ke Uni Soviet pada 1924.

Dia lalu mendapatkan penugasan sebagai intel Uni Soviet ke China dan membangun jejaring informasi di negara itu. Pada 1933, dia kembali lagi ke Jerman dan bergabung dengan Partai Nazi.

Dengan figur yang dianggap sangat loyal kepada Nazi, Sorge bekerja sebagai jurnalis di koran Frankfurter Zeitung.

Bekerja di media massa itu, Sorge dikirim ke Tokyo. Di sana, dia kembali membangun jejaring intelijen yang menyuplai informasi untuk kepentingan Uni Soviet. Bahkan, kedekatannya dengan pejabat Jerman dan Jepang membuatnya bisa mengakses informasi rahasia.

Namun, akhirnya karier mata-mata teras Sorge harus tamat tatkala mata-mata Jepang yang bertugas sebagai counterintelligence membocorkan sepak terjang Sorge. Setelah digantung pada 1944, dia 20 tahun kemudian diumumkan secara resmi sebagai pahlawan oleh Uni Soviet.