Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 18:16 WIB
  • Indonesia Bangun Masjid Berkapasitas 2.500 Jemaah di Kabul

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dinia Adrianjara
Indonesia Bangun Masjid Berkapasitas 2.500 Jemaah di Kabul
Photo :
  • KBRI Kabul
Menlu RI Retno Marsudi di Afghanistan.

VIVA – Indonesia komit menjaga hubungan baik dengan Afghanistan. Salah satu bukti komitmennya adalah berdirinya masjid As-Salam.

Masjid itu berlokasi di Indo Islamic Centre di Afghanistan. "Dalam kompleks Indo Islamic Centre berdiri Masjid As Salam, yang secara penuh telah difungsikan sejak September 2017. Masjid ini dapat menampung 2.500 jamaah," kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabul, Afghanistan, Senin, 6 November 2017.

Kunjungan Retno ke Kabul merupakan tindak lanjut dari kunjungan kenegaraan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, ke Indonesia pada April 2017 lalu. Kunjungan ini juga menjadi suatu momen bersejarah, sejak kunjungan terakhir Menlu Indonesia ke Afghanistan yang dilakukan lebih dari lima dekade lalu.

Masih dalam konteks sosial budaya, kerja sama di bidang pendidikan akan ditingkatkan kedua negara. Tahun depan, pemerintah Indonesia akan memberikan 100 beasiswa bagi mahasiswa Afghanistan. Selain itu, kerja sama antara universitas juga akan terus ditingkatkan.

Di bidang ekonomi, pemerintah Indonesia berupaya menjembatani partisipasi proyek yang ada di Afghanistan. Dalam hal ini, salah satu BUMN Indonesia dengan mitranya di Afghanistan akan membangun sebuah bandara di Kabul. BUMN Indonesia juga akan melakukan kerja sama pembangunan infrastruktur lainnya, yaitu dalam bentuk perumahan dan pembangunan jalan.

"Dari segi ekonomi, terjadi peningkatan kapasitas hubungan termasuk private sector kedua negara. Untuk Trade Expo tahun ini, terjadi lonjakan pebisnis Afghanistan sebesar 300 persen, karena lebih dari 100 pengusaha yang berpartisipasi," ujar Retno, melalui keterangan video Kemlu RI.

Retno berharap, kunjungannya yang hanya berlangsung selama satu hari di Kabul dapat memperkuat hubungan kedua negara, terutama penguatan di pilar ekonomi, sosial budaya, peningkatan kapasitas dan rekonsiliasi.

"Kita sudah lakukan pelatihan cukup banyak bagi warga Afghanistan dan tentunya yang tidak kalah penting adalah kontribusi Indonesia di peace building dan rekonsiliasi," ujarnya.