Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 11:00 WIB
  • Suami Digugat Cerai Gara-gara Terlalu Rajin Bebenah Rumah

  • Oleh
    • Endah Lismartini
Suami Digugat Cerai Gara-gara Terlalu Rajin Bebenah Rumah
Photo :
  • pixabay/Kadie
Ilustrasi perceraian

VIVA – Ternyata tak semua perempuan bahagia memiliki suami yang bersedia mengambilalih semua pekerjaan rumah. Perempuan Arab ini memutuskan bercerai, padahal mereka baru dua minggu menikah.

Samar, perempuan berusia 28 tahun itu memutuskan mengajukan gugatan cerai karena sudah tak tahan melihat perilaku suaminya yang memilih melakukan semua pekerjaan rumah tangga dan sama sekali tak melibatkannya. "Dia memasak, bebenah, menyapu, juga mencuci dan menyetrika pakaian," ujarnya. "Ia melakukan semua itu sendirian, dan saya menjadi bosan melihatnya," ujarnya menambahkan.

Kepada Pengadilan Keluarga di New Cairo, Samar menyampaikan uneg-unegnya. Ia bercerita, suaminya yang berusia 31 tahun dan memiliki toko pakaian, tak sedikitpun memberinya kebebasan untuk menangani urusan rumah tangga, termasuk melengkapi pernak perniknya.

"Suami saya tak sedikit pun memberi kebebasan pada saya untuk menangani pekerjaan rumah tangga. Saya merasa seperti tinggal di hotel," katanya seperti diberitakan oleh Al Arabiya, 7 November 2017. Ia menambahkan, suaminya seperti menjadi 'ratu' dalam rumah mereka dan ia akhirnya membenci kehidupan rumah tangga mereka.

"Kami baru menikah selama dua minggu, dia selalu memasak dan mencuci pakaian karena dia tahu bagaimana memilih pakaian untuk dicuci berdasarkan warnanya. Ia lalu menyetrika semua pakaian, menyapu rumah, dan menyimpan makanan dalam kulkas," celotehnya.

Samar melanjutkan, suaminya juga bisa memasak semalaman jika merasa perlu, hingga besoknya ia tak perlu lagi menghabiskan waktu untuk memasak. Tak hanya soal mencuci, memasak, atau bebenah rumah. Suami Samar juga senang sekali menata ulang interior rumah. "Hanya dalam dua minggu pernikahan kami, saya sudah berulangkali menyaksikan dia memindahkan perabotan. Saya hanya duduk menyaksikannya sepanjang hari ketika ia memindahkan meja, kursi, lemari, atau perlengkapan lain dengan wajah berseri-seri," tutur Samar.

Perempuan itu juga mengaku lelah dengan suaminya yang berulangkali mengundang karyawan toko pakaiannya untuk menghabiskan waktu di rumah mereka sehingga memutuskan untuk mengajukan gugatan cerai.

Saat ini Samar sedang berusaha mengumpulkan "Khula”. Ini adalah syarat bagi perempuan Muslim yang menggugat cerai. Ia harus melakukan "khula," yaitu mengembalikan mahar yang telah ia terima dari suaminya.

Usaha Samar untuk berpisah dengan suaminya mungkin tak mulus. Pengadilan memilih menunda kasus ini. (hd)