Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 16:53 WIB
  • Dipecat Setelah Acungkan Jari Tengah ke Trump dan Rombongan

  • Oleh
    • Endah Lismartini,
    • Dinia Adrianjara
Dipecat Setelah Acungkan Jari Tengah ke Trump dan Rombongan
Photo :
  • REUTERS/Carlos Barria
Presiden AS, Donald Trump, saat rayakan Halloween di Gedung Putih.

VIVA – Seorang pesepeda di Virginia, Amerika Serikat, tengah menjadi buah bibir masyarakat setelah aksinya memberikan jari tengah dari tangan kirinya ke arah rombongan mobil Presiden Donald Trump saat melintas. Aksi itu justru membuat dia kehilangan pekerjaan.

Juli Briskman, 50 tahun, sedang mengayuh sepedanya di Lowes Island Boulevard sekitar pukul tiga sore pada 28 Oktober lalu ketika ia menyadari rombongan presiden melintas di jalur yang sama. Rombongan itu baru saja meninggalkan Trump National Golf Course di Sterling, Virginia. Setelah sekitar setengah rombongan melintasinya, ia sempat berhenti sebentar dan berpikir apakah akan memotong jalur rombongan atau tetap melanjutkan kayuhan sepedanya.

Tiba-tiba, Briskman melakukan hal yang spontan. Ia menaikkan tangan kiri dengan jari tengah mengacung ke atas kepada rombongan yang melintas itu. Aksinya itu terekam tak sengaja oleh kamera, dan segera menjadi viral setelah diunggah ke media sosial.

"Sejujurnya, saat itu darah saya langsung mendidih. Saya melihat seseorang memegang surat kabar. Saya berasumsi, dia (Trump) yang berada di dalam," ujarnya menggambarkan suasana hatinya saat disalip oleh rombongan kepresidenan.

Menurut The New York Times, 6 November 2017, perempuan tersebut mengaku sangat marah dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan Trump, termasuk soal asuransi kesehatan dan deportasi. Awal hari, sebelum dia mengayuh sepedanya, ia membaca koran dan mendapat kabar Trump akan bermain golf di kawasan tersebut.

"Saya sangat marah," ujarnya. "Jadi saya mengangkat lengan saya dan memberikan jari tengah saya kepadanya. Saya hanya berpikir, Anda bermain golf sementara begitu banyak hal yang harus diselesaikan," ujarnya menambahkan.

Tapi sikap Briskman menjadi bumerang. Akibat tindakannya itu, ia harus menelan pil pahit karena dipecat dari pekerjaannya. (ren)